Video kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz ini hasil buatan AI

  • Diterbitkan pada hari 03/04/2026 pukul 11:49
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Pemerintah Indonesia masih terus berusaha mendapatkan izin dari Iran agar dua kapal tanker minyak milik Pertamina bisa melintas dengan aman di Selat Hormuz dan kembali pulang ke tanah air. Namun, video di media sosial yang seolah-olah menunjukkan seorang petugas Iran memberikan izin berlayar kepada sebuah kapal Indonesia adalah hasil buatan akal imitasi (AI). Hingga 3 April 2026, belum ada laporan bahwa kapal tanker milik Indonesia tersebut telah berhasil keluar dari jalur pelayaran yang telah ditutup oleh Iran sejak negara itu diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari.

"Detik-detik tanker Indonesia melewati Selat Hormuz di tengah ketegangan Iran-AS," tulis keterangan video yang diunggah di Instagram pada 11 Maret 2026. 

Video memperlihatkan seorang pria yang berdiri di atas kapal dengan mengenakan helm proyek dan rompi keselamatan berwarna oranye.

"Kita sudah ada di atas kapal induk pemuat minyak bumi, lagi melintas di Selat Hormuz. Suasananya tegang banget bro. Lihat di sana, kapal patroli lagi jagain. Kita harus minta ijin dulu sebelum lewat. Nah itu lagi kontak mereka lewat radio," kata pria itu.

Video kemudian menayangkan seorang pria lain yang mengenakan seragam kamuflase dengan bendera Iran yang terlihat di latar belakang.

"Oke. Terima kasih banyak. Indonesia selalu kami... hadir di sini," kata pria itu dalam Bahasa Inggris.

Image
Tangkapan layar video di postingan Instagram dengan klaim salah, diambil pada 31 Maret 2026, dengan tanda silang dan label AI ditambahkan oleh AFP

Video itu juga beredar di Instagram dan TikTok di tengah upaya Kementerian Luar Negeri melobi pemerintah Iran untuk membolehkan dua kapal tanker melewati Selat Hormuz, yang ditutup oleh Tehran sebagai pembalasan atas serangan AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah (tautan arsip di sini dan sini).

Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di antara 3.200 kapal di sebelah barat Selat Hormuz (tautan arsip).

Pada 27 Maret, Pemerintah Indonesia mengatakan bahwa mereka menerima "respon positif" dari Tehran mengenai permohonan untuk mendapatkan jaminan keamanan pelayaran melalui jalur vital tersebut (tautan arsip).

Komentar di media sosial mengindikasikan bahwa beberapa pengguna media sosial percaya video itu asli.

"Indonesia negara damai diterima semua negara di dunia ini nampak manfaatnya saat kritis kita diprioritaskan," tulis salah satu komentar.

Namun hingga 2 April 2026, belum ada laporan resmi bahwa kedua kapal tanker Indonesia berhasil melewati Selat Hormuz.

"Dua kapal yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab, belum bisa melewati Selat Hormuz," kata Vega Pita, pejabat sementara corporate secretary di Pertamina International Shipping, kepada AFP pada tanggal 1 April. 

Pencarian dengan kata kunci di berbagai media sosial menemukan bahwa video yang beredar tersebut telah dilabeli sebagai konten AI di TikTok.

Ketika dilihat lebih saksama, tampak beberapa kejanggalan visual yang menjadi ciri-ciri konten buatan AI.

Di antara kejanggalan itu adalah pagar pembatas kapal yang tampak terdistorsi. Sementara itu, orang-orang yang berada di atas kapal Iran juga bentuknya terlihat aneh.

Kejanggalan lainnya terlihat pada petugas Iran yang berbicara menggunakan megafon di video itu. Pria yang seolah-olah petugas Iran itu memiliki emblem menyerupai bendera AS di pundaknya, sementara tanda namanya tidak terbaca dan walkie-talkie yang dibawanya tidak memiliki antena. Bendera Iran di latar belakang juga terlihat tidak terpasang pada objek apa pun.

Image
Tangkapan layar video AI, dengan beberapa kejanggalan visual yang ditandai oleh AFP

Hasil analisis video dengan menggunakan alat deteksi Hive Moderation juga menemukan bahwa terdapat kemungkinan 99,6 persen klip itu hasil buatan AI (tautan arsip). 

Image
Tangkapan layar hasil analisa Hive Moderation, diambil pada 31 Maret 2026, dengan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Artikel periksa fakta AFP lainnya terkait konflik di Timur Tengah bisa dibaca di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami