Video demo terkait Pilpres AS dinarasikan salah sebagai aksi menentang perang di Timur Tengah
- Diterbitkan pada hari 07/04/2026 pukul 07:39
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Beberapa demo besar menentang Donald Trump memang terjadi di seantero Amerika Serikat (AS) pada akhir Maret 2026. Namun, sebuah video yang diklaim di media sosial menunjukkan aksi protes di Gedung Putih untuk menolak perang di Iran sebenarnya terjadi lima tahun sebelum konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Rekaman itu memperlihatkan pendukung Trump saat aksi demo yang berujung kekerasan di gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.
"Massa geruduk kediaman Donald Trump, desak segera hentikan perang," tulis keterangan yang ditempelkan pada video TikTok tertanggal 30 Maret 2026.
Video itu memperlihatkan orang-orang mengibarkan bendera AS dan spanduk-spanduk sambil berusaha menerobos barisan penjaga keamanan sebuah gedung berwarna putih.
Video dengan klaim yang mirip juga beredar di TikTok, Facebook, dan Instagram setelah AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Tehran melancarkan serangan balasan kepada Israel dan negara-negara Teluk yang dianggap menjadi tempat militer AS meluncurkan serangan ke Iran.
Sementara itu, pada tanggal 28 Maret, massa aksi turun ke jalan di seantero AS untuk menyatakan penolakan terhadap perang -- dan juga kemarahan atas gaya pemerintahan Trump yang dianggap otoriter dan kebijakan imigrasi garis kerasnya (tautan arsip).
Penyelenggara protes yang kemudian dijuluki sebagai aksi "No Kings" itu mengatakan "setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini di lebih dari 3.300 titik acara di seluruh 50 negara bagian". Otoritas AS tidak memberikan perkiraan jumlah massa nasional.
Namun, video yang beredar tidak memperlihatkan massa protes menolak perang di Timur Tengah seperti klaim pada postingan salah.
Pencarian gambar terbalik yang diikuti dengan pencarian kata kunci tertentu di Google menemukan bahwa rekaman serupa pernah dibagikan oleh Yahoo News Australia pada 12 Januari 2021 dengan judul: "Massa demo melempar alat pemadam kebakaran ke arah polisi" (tautan arsip).
Video tersebut menyematkan sumber "Tyler Baggins dari Storyful", yang rekamannya juga digunakan oleh ABC News dan The Washington Post (tautan arsip di sini dan sini).
Video itu digunakan untuk menyertai laporan terkait pendukung Trump yang menerobos masuk gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 (tautan arsip). Jika dilihat lebih dekat, orang-orang di dalam video salah memegang bendera bertuliskan "Trump 2020".
Setelah Joe Biden memenangkan Pemilu Presiden 2020, Trump yang sekarang merupakan presiden AS menjabat, meminta Kongres dan wakil presidennya untuk memblokir sertifikasi tersebut dan menyebarkan klaim salah bahwa kecurangan yang meluas telah menyebabkan kekalahannya.
Menyusul sebuah aksi protes yang berlangsung di Gedung Putih, beberapa ribu pendukung Trump menerobos masuk halaman Capitol (tautan arsip). Para pendukung Trump juga melukai lebih dari 140 petugas, menghancurkan jendela dan pintu, menjarah kantor, dan memaksa para anggota parlemen untuk bersembunyi di saat penghitungan suara dihentikan selama berjam-jam.
Video salah yang dibagikan juga mirip dengan foto-foto AFP yang diambil pada 6 Januari 2021.
Salah satu foto yang diambil seorang fotografer AFP, Roberto Schmidt, memperlihatkan lokasi yang sama di depan gedung Capitol AS, tepatnya di depan steger yang didirikan untuk pelantikan Biden yang akan datang. Foto AFP tersebut juga menunjukkan polisi mengenakan perlengkapan serupa seperti yang terlihat dalam video salah, serta para perusuh yang mengacungkan bendera dan spanduk yang sama.
AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami