Rekaman lama dari Thailand dibagikan dengan klaim salah tentang gempa Filipina Juni 2026

Gempa berkekuatan 7,8 magnitudo di Filipina selatan pada 8 Juni mengakibatkan korban jiwa, merobohkan bangunan dan memicu peringatan tsunami. Namun, sebuah video di media sosial yang menampilkan kerusakan pada gedung pencakar langit sebenarnya diambil di Thailand pada 28 Maret 2025, bukan saat gempa Filipina seperti diklaim sejumlah postingan.

"Momen menegangkan terekam saat gempa berkekuatan M7,8 mengguncang Filipina. Bagian penghubung dua gedung pencakar langit dilaporkan terlepas, menyebabkan kedua bangunan bergoyang hebat layaknya ayunan di tengah guncangan kuat yang melanda wilayah tersebut," tulis keterangan video yang dibagikan di Facebook pada 9 Juni 2026.

Video pendek itu menunjukkan dua gedung pencakar langit bergoyang-goyang, sementara puing-puing berjatuhan dari sebuah jembatan yang menghubungkan kedua bangunan.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 19 Juni 2026, dengan tanda silang merah ditambahkan oleh AFP

Video yang sama juga beredar dengan klaim yang mirip dalam bahasa Tiongkok dan Inggris

Postingan ini beredar setelah gempa berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang lepas pantai pulau Mindanao di bagian selatan Filipina pada 8 Juni, mengakibatkan setidaknya 68 orang meninggal dunia (tautan arsip di sini dan sini). 

Gempa besar ini juga menyebabkan runtuhnya bangunan, terjadinya tanah longsor di berbagai tempat, dan memicu peringatan tsunami di Filipina dan negara-negara di sekitarnya.

Namun, pencarian gambar terbalik di Google dengan menggunakan potongan klip dari video yang beredar menemukan bahwa rekaman itu diambil jauh sebelum gempa 7,8 M itu terjadi. 

Gedung di Bangkok

Setelah ditelusuri, video jatuhnya jembatan penghubung gedung pencakar langit itu sebelumnya telah dipublikasikan dalam laporan ABC News, media asal Australia, di YouTube pada 29 Maret 2025 (tautan arsip). 

Di dalam laporan ABC News disebutkan bahwa video itu menunjukkan kerusakan pada sebuah jembatan yang menghubungkan dua gedung apartemen bertingkat tinggi di Bangkok, ibu kota Thailand, ketika gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang negara tetangga mereka, Myanmar.

Gempa yang terjadi pada 28 Maret 2025 itu menewaskan lebih dari 3.800 orang di Myanmar dan sekitar 90 orang di Thailand (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan klip yang diunggah oleh ABC News (kanan)

Kerusakan tersebut juga direkam dalam video lain yang diambil dari sudut yang berbeda oleh media setempat, dan di foto-foto yang diambil oleh AFP (tautan arsip).

"Jembatan penghubung yang hancur di kondominium mewah 'Park Origin Thonglor' tampak menggantung berbahaya. Ini adalah gambaran nyata betapa meghancurkannya dampak guncangan gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Myanmar tengah," tulis keterangan foto yang dipublikasikan oleh AFP.

Rekaman yang beredar di media sosial itu juga cocok dengan bentuk bangunan "Park Origin Thonglor" yang tampak di Google Street View imagery (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan tampilan bangunan yang sama dilihat dari Google Street View (kanan)

AFP sebelumnya pernah menyanggah misinformasi lain seputar gempa di sini dan sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami