Video bencana Myanmar diklaim secara salah sebagai gempa Jepang April 2026

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo melanda wilayah utara Jepang pada 20 April 2026. Namun, sebuah video di media sosial yang menayangkan kepanikan di sebuah toko dan diklaim sebagai dampak dari gempa Jepang tersebut sebenarnya berasal dari rekaman gempa Myanmar pada Maret 2025.

"Detik2 rekaman cctv gempa mengguncang 7,5 magnitudo di jepang," tulis keterangan postingan Facebook tertanggal 21 April 2026. 

Video yang disertakan dalam unggahan menunjukkan karyawan sebuah toko berlindung di bawah meja saat terjadi gempa bumi yang merobohkan bagian dinding ruangan.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 27 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Pada 20 April, guncangan hebat melanda wilayah utara Jepang dan memicu gelombang tsunami setinggi hingga 80 sentimeter di sebuah pelabuhan bernama Kuji di Prefektur Iwate. Getarannya yang begitu kuat sampai menggoyangkan bangunan-bangunan besar di ibu kota Tokyo, yang berjarak ratusan kilometer dari titik terjadinya gempa.

Video dengan klaim yang sama juga beredar di TikTok, serta dalam bahasa  Thailand.

Namun, klip tersebut tidak terkait dengan gempa di Jepang pada 20 April.

Pencarian gambar terbalik di Google dengan menggunakan potongan video yang beredar menemukan klip sama yang diunggah di TikTok pada 7 Mei 2025 oleh akun Ladybug, sebuah salon dan penyuplai peralatan kosmetik  (tautan arsip).

Keterangan postingan yang dibuat dalam bahasa Burma tersebut berbunyi: "Semua karyawan berhasil mengamankan diri dengan selamat saat guncangan pertama, bangunannya runtuh saat guncangan kedua. Untuk yang menanyakan apakah semua orang selamat, terima kasih banyak atas dukungan kalian."

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video dari postingan TikTok tanggal 7 Mei 2025 (kanan), dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Tanggal pengambilan rekaman yang tertulis "2025-03-28" juga terlihat di sudut kanan atas video, namun di video-video dalam postingan salah teks tanggal ini sudah dipotong.

Tanggal yang tertera pada video bertepatan dengan waktu terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada 28 Maret 2025 yang menghantam bagian barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah (tautan arsip). Gempa mematikan itu menewaskan lebih dari 3.800 orang dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal (tautan arsip).

Toko tersebut juga membagikan video yang sama di halaman Facebook mereka pada 11 Mei disertai pengumuman yang menginformasikan bahwa tempat usaha mereka di 62nd Street di pusat kota Mandalay harus dihancurkan karena kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut (tautan arsip). 

"Kami sedang mencari lokasi baru untuk toko dan akan segera kembali," tambah keterangan postingan itu.

Rekaman yang sama juga pernah dibagikan dengan klaim tentang gempa Rusia dan telah disanggah oleh AFP di sini.

AFP telah menyanggah misinformasi lain terkait dengan gempa Jepang pada April 2026.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami