Video lama beredar di media sosial dengan klaim salah terkait gempa Jepang April 2026
- Diterbitkan pada hari 24/04/2026 pukul 10:21
- Waktu baca 5 menit
- Oleh: Ei SAN, Livia LIU, Grace MOON, AFP Thailand, AFP Hongkong, AFP Korea Selatan
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menerjang wilayah Jepang pada 20 April 2026. Beberapa jam setelah media mulai memberitakan fenomena alam tersebut, sejumlah akun media sosial mulai membagikan video lama dengan narasi salah terkait gempa terbaru di Jepang. Faktanya, video-video yang menyebar tersebut memperlihatkan tsunami di wilayah timur Jepang pada 2025; rekaman dampak gempa di wilayah barat Jepang saat Tahun Baru 2024; dan gempa serta tsunami dahsyat di tahun 2011.
"Gempa besar berkekuatan 7,5 Magnitudo melanda lepas pantai utara Iwate, Jepang, pada Senin (20/4/2026) sore pukul 16.53 waktu setempat. Guncangan kuat terasa hingga Tokyo dan memicu peringatan tsunami setinggi 1 hingga 3 meter untuk wilayah Iwate, Aomori, dan Hokkaido," tulis sebagian keterangan video yang diunggah di Facebook pada 20 April 2026.
"Selain ancaman tsunami, Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengingatkan adanya risiko kecil terjadinya gempa susulan yang lebih besar dalam satu hingga dua minggu ke depan," lanjut keterangan postingan.
Video itu menunjukkan ombak besar yang menerjang sebuah area pesisir.
Video dengan klaim yang sama juga beredar di Instagram, TikTok dan X.
Klip lain yang beredar dan dikaitkan dengan gempa Jepang tanggal 20 April menunjukkan guncangan yang direkam dari dalam mobil di sebuah perempatan jalan di area pemukiman. Teks pada video Instagram tersebut bertuliskan, "Gempa 7,7 magnitudo di Jepang, gedung terguncang, alert tsunami aktif."
Selain kedua video tersebut, beredar klip lain di Facebook yang menunjukkan tsunami menerjang sebuah wilayah perkotaan di Jepang, dengan dibubuhi keterangan yang menyebutkan gempa tanggal 20 April.
Ketiga video tersebut beredar luas dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Mandarin, Inggris, Jepang dan Thailand.
Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menghantam wilayah utara Jepang pada 20 April, sehingga memicu gelombang tsunami hingga setinggi 80 sentimeter di sebuah pelabuhan di Kuji yang terletak di prefektur Iwate (tautan arsip).
Namun, video-video yang berseliweran di media sosial tersebut direkam sebelum gempa tanggal 20 April, yang menurut laporan media tidak menimbulkan kerusakan berarti (tautan arsip).
Gelombang tsunami 2025
Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan gambar dari video pertama menemukan bahwa klip itu pernah diunggah di Facebook pada 30 Juli 2025 (tautan arsip).
Keterangan postingan menyebutkan bahwa gelombang tsunami terjadi di pantai Jepang akibat gempa di Rusia.
Klip serupa diterbitkan oleh kantor berita Associated Press (AP) di tanggal yang sama (tautan arsip). Keterangan video AP menyebutkan gempa berkekuatan 8,8 magnitudo mengguncang wilayah Timur Jauh Rusia dan memicu tsunami di Jepang serta peringatan tsunami di sejumlah wilayah Pasifik. Lokasi yang ditampilkan pada video menunjukkan rekaman diambil di Prefektur Ibaraki di Jepang.
AFP melaporkan pada saat itu bahwa hampir dua juta orang diperintahkan untuk mengungsi ke area dataran yang lebih tinggi, sementara gelombang tertinggi yang tercatat mencapai 1,3 meter (tautan arsip).
Video tersebut juga sesuai dengan citra satelit Google Earth dari Kota Oarai di Prefektur Ibaraki, yang terletak sekitar 450 kilometer di selatan Kuji -- di mana gelombang tsunami setinggi 80 sentimeter tercatat pada 20 April 2026 (tautan arsip).
Gempa Noto 2024
Secara terpisah, penelusuran gambar terbalik untuk mencari video kedua -- yang menunjukkan goncangan di sebuah perempatan jalan -- menemukan video sama dengan durasi yang lebih panjang (tautan arsip). Video itu diunggah oleh kantor berita Jepang MBS News di YouTube pada 11 Januari 2024.
Keterangan video yang ditulis dalam bahasa Jepang menjelaskan bahwa klip diambil saat gempa di Semenanjung Noto saat Hari Tahun Baru (tautan arsip). Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo itu merupakan gempa paling mematikan yang menerjang Jepang dalam satu dekade terakhir, dengan jumlah korban meninggal mencapai 470 orang.
Pencarian kata kunci di pada Google menemukan klip yang sama dibagikan oleh sebuah akun di X pada 6 Januari 2026 (tautan arsip). Pada keterangan unggahan, pengunggah video menceritakan pengalamannya mengevakuasi keluarganya saat gempa berlangsung.
Klip yang beredar itu cocok dengan tampilan Google Street View dari persimpangan di Anamizu, sebuah kota di Prefektur Ishikawa di wilayah pesisir barat Jepang (tautan arsip).
Gempa dan tsunami Jepang 2011
AFP kemudian melakukan pencarian gambar tebalik untuk menelusuri video ketiga yang menunjukkan tsunami menghantam wilayah perkotaan. Hasilnya menemukan rekaman yang sama yang dibagikan oleh All-Nippon News Network di YouTube pada 17 Januari 2020 (tautan arsip).
Deskripsi video menyebutkan bahwa tsunami menerjang Kota Kesennuma pada 11 Maret 2011. Tsunami tersebut dipicu oleh gempa berkekuatan 9,0 magnitudo dan menjadi bencana alam paling mematikan dalam sejarah Jepang, dengan jumlah korban tewas mencapai 18.000 orang (tautan arsip di sini dan sini).
Video tersebut juga sesuai dengan tampilan Google Street View wilayah Kesennuma yang diambil pada Juli 2011(tautan arsip). Kota tersebut terletak 140 kilometer di selatan Kuji.
Video lama seringkali dibagikan ulang di media sosial saat terjadi bencana alam. AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait bencana alam di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami