Pernyataan Giorgia Meloni tentang senjata nuklir AS dibuat-buat

Pemimpin Amerika Serikat (AS) dan Italia baru-baru ini saling melempar kritik menyusul perbedaan sikap kedua negara terhadap konflik di Timur Tengah. Di tengah aksi saling kritik tersebut, postingan media sosial membagikan potongan video yang diklaim menunjukkan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut bahwa di antara negara-negara yang memiliki senjata nuklir hanya AS "yang pernah menggunakannya". Faktanya, pernyataan yang diklaim berasal dari Meloni itu dibuat-buat; tidak ada komentar seperti itu dalam video Meloni yang beredar. 

Video Meloni itu salah satunya dibagikan di X pada tanggal 15 April. Tayangan video memperlihatkan pemimpin Italia tersebut sedang menjawab pertanyaan dari para awak media. 

Keterangan postingan seolah-olah menjelaskan isi komentar Meloni yang menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump di dalam video itu.

"Meloni: 'Sejauh yang saya ketahui, sembilan negara memiliki senjata nuklir, dan hanya satu yang pernah menggunakannya. Negara itu adalah Amerika Serikat. Tuan Trump harus meredam nada bicaranya. Tidak ada yang melempar ancaman nuklir seperti Washington, dan dia harus menjaga ucapannya,'" tulis sebagian keterangan pada postingan X tertanggal 15 April 2026.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 22 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan tersebut muncul saat Trump pada 14 April lalu mengecam Meloni terkait keengganannya untuk bergabung dalam perang melawan Iran. Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan: "Saya pikir dia memiliki keberanian, ternyata saya salah" (tautan arsip). Pada hari yang sama, Meloni menangguhkan kesepakatan pertahanan dengan Israel yang mencakup pertukaran peralatan dan riset teknologi militer (tautan arsip). 

Trump mengatakan kepada media Italia, Corriere della Sera, bahwa perdana menteri berhaluan kanan ekstrem tersebut "sangat berbeda dari apa yang saya pikirkan" (tautan arsip). Meloni  adalah satu-satunya pemimpin Eropa yang hadir dalam pelantikan Trump pada 2025. 

"Dia tidak keberatan kalau Iran memiliki senjata nuklir dan meledakkan Italia dalam dua menit jika mereka memiliki kesempatan," kata Trump tentang Meloni.

Video dengan klaim yang sama juga beredar di Facebook, Instagram, TikTok dan Threads.

Namun, tidak ada bukti bahwa Meloni membuat pernyataan seperti pada postingan tersebut.

AFP tidak menemukan laporan berita kredibel tentang komentar Meloni seperti dikutip dalam postingan salah.

Di dalam video wawancara dalam bahasa Italia tersebut, Meloni tidak menyebut tentang penggunaan senjata nuklir oleh AS. Jika diterjemahkan, pernyataan Meloni tersebut artinya, "Apa yang saya katakan ialah apa yang saya percayai, bahwa pernyataannya -- terutama terkait Paus -- tidak dapat diterima.

"Saya telah mengungkapkan, dan saya menyatakan, solidaritas saya terhadap Paus Leo. Begini saya jelaskan: terus terang saya merasa tidak nyaman berada di kondisi di mana pemimpin agama menuruti apa yang diperintah oleh pemimpin politik. Tidak di dunia ini. Jadi saya tidak sepakat, dan saya memberitahunya."

Meloni melontarkan pernyataan tersebut untuk menanggapi kritikan Trump kepada Paus Leo XIV (tautan arsip). Sebelumnya, dalam sebuah postingan di platform Truth Social pada 12 April, Trump menyebut pemimpin umat Katolik itu "lemah".

Sejumlah kantor berita termasuk Bloomberg telah mengunggah rekaman wawancara Meloni tersebut lengkap dengan terjemahannya (tautan arsip di sini dan sini). 

Website periksa fakta berbahasa Arab, Misbar, juga telah menyanggah klaim terkait pernyataan salah yang diatribusikan kepada Meloni (tautan arsip).

AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami