Ledakan pabrik kembang api di Malta dibagikan sebagai serangan Iran ke fasilitas militer AS di Kuwait
- Diterbitkan pada hari 17/06/2026 pukul 08:04
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Timur Tengah & Afrika Utara
- Terjemahan dan adaptasi Livia LIU, AFP Hong Kong, AFP Indonesia
Serangan rudal dan drone pada awal Juni 2026 mengusik gencatan senjata sementara antara Iran dengan Amerika Serikat (AS), tetapi rekaman beredar di media sosial dengan klaim bahwa ledakan hebat yang terjadi adalah hasil serangan Iran ke fasilitas militer AS di Kuwait tidak terkait dengan perang di Timur Tengah. Klip itu sebenarnya menunjukkan kecelakaan di pabrik kembang api Malta pada 1 Juni.
"Militer Iran kembali menembakkan rudal ke fasilitas militer Amerika yang berada di Kuwait," tulis keterangan yang ditempelkan pada postingan TikTok tertanggal 2 Juni 2026.
Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan dua rekaman dari sudut pandang berbeda terkait ledakan hebat yang mengakibatkan asap membubung ke udara.
"Iran serang Kuwait," tulis sebagian keterangan postingan tersebut.
Video tersebut juga beredar di postingan TikTok lainnya dengan klaim serupa.
Postingan itu beredar setelah adanya serangan terbaru yang mengusik gencatan senjata sementara di Timur Tengah yang disebabkan oleh pengeboman Israel-Amerika Serikat terhadap Iran (tautan arsip).
Pada 1 Juni, Pusat Komando AS mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan "sebagai tanggapan terhadap tindakan agresif Iran" yang menembak jatuh pesawat drone AS di atas perairan internasional (tautan arsip).
Pada 3 Juni, bandara internasional Kuwait dihantam oleh drone dan rudal yang menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 orang (tautan arsip).
Militer Kuwait mengutuk serangan drone di bandara yang menyebabkan kerusakan parah tersebut sebagai tindakan "agresi kriminal Iran".
Garda Revolusi Iran membantah serangan dan beralasan bahwa itu adalah "kesalahan pada sistem Patriot Amerika, yang mendarat di terminal setelah gagal mencegat rudal Iran."
Namun, rekaman salah yang beredar di media sosial tersebut sebenarnya menunjukkan ledakan yang terjadi di Malta.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari klip pertama mengarahkan kepada rekaman sama yang digunakan oleh berbagai media tentang ledakan di pabrik kembang api Ta' Lourdes di Malta pada 1 Juni (tautan arsip di sini, sini, dan sini).
Video tersebut diambil di daerah Maghtab di sisi utara pulau Mediterania, yang juga dibagikan oleh Times of Malta dan Malta Today (tautan arsip di sini dan di sini).
Menurut laporan, tidak ada satu pun pekerja resmi yang berada di lokasi saat ledakan terjadi, tetapi dua orang pria mengalami luka ringan di ladang dekat dengan lokasi ledakan.
Klip kedua juga ada dalam laporan Times of Malta.
Rekaman itu cocok dengan citra Google Street View di Teluk Santo Paulus di seberang ledakan (tautan arsip).
Foto ledakan tersebut juga dibagikan oleh AFP.
AFP juga telah membantah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami