Foto polisi Thailand berpakaian penari merupakan konten AI yang dibagikan sebagai guyonan
- Diterbitkan pada hari 29/05/2026 pukul 12:08
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Pasika KHERNAMNUOY, AFP Thailand
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Polisi Thailand membuat postingan guyonan dengan membagikan foto AI yang menunjukkan beberapa anggota mereka berpakaian penari. Postingan ini pun beredar luas di media sosial dan mengecoh pengguna serta media di beberapa negara yang percaya bahwa foto tersebut memperlihatkan penyamaran polisi untuk menangkap bandar narkoba. Anggota kepolisian yang membuat postingan itu mengonfirmasi kepada AFP bahwa gambar tersebut hasil AI dan dimaksudkan untuk menampilkan "sisi menggemaskan dan lucu" dari pihak kepolisian.
"Polisi Thailand menyamar sebagai penari untuk menangkap seorang bandar narkoba di wilayah Tha Luang, Minggu (21/5/2026)," tulis sebagian keterangan foto pada postingan Facebook tertanggal 26 Mei 2026.
Foto pada postingan memperlihatkan sekelompok petugas kepolisian dengan kostum berwarna-warni berdiri di belakang seorang tersangka yang wajahnya dikaburkan.
Foto dengan klaim serupa juga beredar dalam bahasa Thailand dan Vietnam, bahkan beberapa media internasional juga mempublikasikannya, seperti The Telegraph, New York Post dan CNN Brazil.
Namun, foto itu sebenarnya dibuat dengan AI.
'Citra yang lebih bersahabat'
Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa gambar yang sama pernah diunggah pada halaman Facebook milik Kantor Kepolisian Thaluang di Provinsi Lopburi, Thailand, pada 21 Mei (tautan arsip).
"Kami bahkan tidak ingin melakukan operasi penangkapan -- sewa kostumnya mahal," tulis keterangan dalam postingan berbahasa Thailand itu, yang juga membagikan informasi detail tentang operasi yang dilakukan.
Menurut postingan itu, polisi menyita 53 butir pil metamfetamin, lebih dari 200 kantong plastik kecil, dan sebuah telepon seluler yang diduga terkait dengan aktivitas ilegal mesin slot daring.
"Gambar itu dibuat oleh AI," kata Rachata Mitrsuripong, seorang polisi berpangkat sersan yang menjadi administrator halaman Facebook itu, kepada AFP pada 26 Mei.
Rachata mengatakan rincian lain dalam unggahan itu akurat kecuali nama tersangka. Dia memberikan foto asli kepada AFP, yang memperlihatkan anggota kepolisian berdiri dengan pose yang sama tanpa penari perempuan -- yang dalam foto rekaan telah ditambahkan oleh AI.
"Saya ingin menciptakan citra polisi yang lebih bersahabat, menampilkan sisi yang lucu dan menggemaskan, supaya orang merasa lebih nyaman mendekati petugas," katanya.
Seorang petugas lain di kantor polisi itu juga mengatakan kepada AFP bahwa Rachata mengelola halaman Facebook mereka. Dia menambahkan bahwa mereka tidak mengetahui gambar yang dibuat AI tersebut viral di berbagai negara.
Setelah dikontak oleh AFP, halaman Facebook mereka mengunggah foto asli bersama dengan foto yang sudah diedit dengan AI (tautan arsip).
"Ini adalah foto-foto yang asli. Sebagai informasi, (foto sebelumnya) dibuat dengan AI," tulis keterangan postingan yang dibuat pada 27 Mei.
Analisis menggunakan SynthID Detector -- sebuah alat deteksi AI yang diluncurkan Google pada Mei 2025 -- juga menemukan keyakinan"sangat tinggi" bahwa gambar itu dibuat dengan bantuan AI (tautan arsip).
AFP telah menyanggah berbagai misinformasi yang melibatkan konten AI di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami