Klip kebakaran di New York dibagikan dengan narasi salah terkait serangan Hizbullah terhadap Israel

Israel dan kelompok militan Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah, terus melancarkan serangan terhadap satu sama lain meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada pertengahan April. Namun, sebuah video yang diklaim di media sosial sebagai serangan Hizbullah ke markas militer Israel merupakan klip yang direkam di Amerika Serikat (AS). Rekaman itu menunjukkan insiden kebakaran sebuah gedung apartemen di Kota New York.

"Kelompok Hezbollah dilaporkan menargetkan markas militer Israel Defense Forces dalam serangan besar. Bangunan disebut masih terbakar hebat dan belum berhasil dipadamkan," tulis keterangan video yang diunggah di Instagram pada 15 April 2026.

"Laporan yang beredar menyebut puluhan hingga ratusan tentara tewas di lokasi, sementara sejumlah lainnya masih terjebak di dalam. Rekaman yang beredar memperlihatkan kobaran api dan asap tebal dari titik serangan, mengindikasikan kerusakan serius," lanjut keterangan video yang telah ditonton lebih dari 485.000 kali itu. 

Video tersebut menunjukkan kebakaran besar yang melanda sebuah gedung bertingkat di mana petugas pemadam kebakaran tampak berupaya memadamkan api yang berkobar. 

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil oleh AFP pada 27 April 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon dan menginvasi wilayah selatan negara itu setelah Hizbullah, pada 2 Maret, turut serta ke dalam perang di Timur Tengah untuk mendukung Iran (tautan arsip). 

Otoritas Lebanon mengatakan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 2.450 orang sejak awal perang.

Di sisi lain, Hizbullah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan drone dan roket yang menargetkan tentara Israel di wilayah perbatasan di utara Israel.

Di tengah gencatan senjata yang dimulai pada 17 April lalu, tentara Israel masih aktif berada di selatan Lebanon. Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan mereka akan menggunakan "kekuatan penuh" jika pasukannya terancam.

Sementara itu, Hizbullah mengatakan pihaknya "tinggal menunggu aba-aba" jika Israel melanggar perjanjian gencatan senjata (tautan arsip).

Video kebakaran tersebut juga beredar dengan klaim yang sama di FacebookTikTok dan X.

Namun, tidak ada laporan resmi yang menyebut bahwa markas militer Israel terbakar akibat serangan.

Pencarian gambar terbalik pada Google dengan menggunakan potongan gambar dari klip yang beredar menemukan video sama yang diunggah di akun Instagram bernama "FDNY response video" pada 12 April 2026 (archived link). Video ini memiliki kualitas lebih baik.

"Sedang terjadi -- Kebakaran besar level 3 di Jalan 22nd Street dan 7th Avenue, tepatnya di 216 7th Avenue," tulis keterangan unggahan video itu.

AFP telah mencoba menghubungi sang pemilik akun namun tidak mendapat respons.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara postingan salah (kiri) dan video Instagram dari akun FDNY response video (kanan)

Pencarian selanjutnya mendapati gambar kebakaran yang sama yang diunggah di akun X Departemen Pemadam Kebakaran New York pada 13 April 2026 (tautan arsip).

Tidak ada laporan mengenai warga sipil yang terluka, meskipun dua petugas pemadam kebakaran mengalami luka ringan, demikian bunyi unggahan tersebut.

Penyebab kebakaran sendiri masih diselidiki, tambah keterangan postingan.

Dengan menggunakan lokasi yang disebutkan dalam unggahan di X, AFP berhasil mengonfirmasi bahwa video kebakaran tersebut diambil di Kota New York dengan membandingkan struktur bangunan pada video yang beredar dengan tampilan jalan pada Google Maps (tautan arsip). 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara postingan salah (kiri) dan citra Google Street dengan elemen sama yang ditandai oleh AFP

AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami