Ini video serangan AS ke Irak, bukan rekaman perang Iran
- Diterbitkan pada hari 05/03/2026 pukul 10:35
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Tehran berjanji akan melancarkan serangan "paling ganas" untuk membalas gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka pada akhir Februari 2026. Namun, sebuah video ledakan yang beredar daring tidak menunjukkan rudal balistik Iran menghujani wilayah Israel seperti diklaim sejumlah postingan. Tayangan tersebut berasal dari rekaman lama invasi AS ke Irak pada Maret 2003.
"Rudal balistik Iran menghujani wilayah Israel," tulis keterangan video TikTok yang dibagikan pada 1 Maret 2026.
"Iran di laporkan meluncurkan puluhan rudal balistik ke arah Israel sebagai balasan atas serangan gabungan Israel dan Amerika yang sebelumnya manargetkan fasilitas di Teheran."
Video memperlihatkan rentetan ledakan dengan latar belakang perkotaan di malam hari.
Klaim ini juga menyebar dalam bahasa Arab dan Inggris beberapa hari setelah Iran membalas gempuran yang dilakukan koalisi AS-Israel pada 28 Februari 2026 (tautan arsip). Serangan AS-Israel tersebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan AS tersebut mencapai tujuannya lebih cepat dari jadwal, namun dia mewanti-wanti bahwa perang bisa berlangsung "lebih lama" dari satu bulan perkiraan awal (tautan arsip).
Trump juga untuk pertama kalinya memaparkan tujuan serangan AS — menghancurkan rudal, angkatan laut, dan program nuklir Iran, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di seluruh kawasan — tanpa menyebut rencana penggulingan rezim republik Islam tersebut.
Sementara itu, Iran merespons dengan melepaskan rudal dan drone ke negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab serta secara eksplisit mengancam akan menaikkan biaya energi global.
Meskipun Iran memang menembakkan rudal ke Israel, tapi video yang beredar itu tidak menunjukkan perang yang tengah berlangsung (tautan arsip). Video itu memperlihatkan pengeboman ibu kota Irak, Baghdad, yang dilakukan AS pada tahun 2003.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video dalam postingan salah menemukan bahwa klip ini telah diunggah oleh media Turki, OdaTV, pada Oktober 2022 (tautan arsip).
Laporan media itu membahas tentang seorang warga net yang mengunggah video kampanye militer "shock and awe" yang dilakukan Washington di Baghdad pada tanggal 21 Maret 2003 (tautan arsip). Selama aksi militer tersebut, AS menghujani ibu kota Irak dengan bom. Unggahan video itu dimaksudkan untuk merespons kritik Joe Biden atas perang Rusia di Ukraina.
Operasi militer tahun 2003 tersebut merupakan bagian dari perang yang digaungkan AS terhadap Irak atas klaim bahwa rezim Saddam Hussein secara ilegal memiliki senjata pemusnah massal, meskipun klaim ini tidak pernah dibuktikan.
Rekaman serangan AS ke Irak tersebut pernah dimuat media lain seperti CNN dan media Inggris ITN (tautan arsip di sini dan sini).
Menara yang terlihat di video dalam postingan salah cocok dengan bentuk Baghdad clock, menara jam yang menjadi ikon utama di ibukota Irak tersebut (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah menyanggah misinformasi lain yang menyalahgunakan video yang sama.
Laporan periksa fakta AFP terkait konflik di Timur Tengah bisa dibaca di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami