Video lama terkait Yaman diklaim sebagai serangan rudal Iran di pangkalan militer AS di Arab Saudi

Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas gempuran AS-Israel pada Februari 2026. Namun, video yang memperlihatkan api dan asap mengepul dari daerah pesisir tidak menggambarkan dampak serangan Iran yang menargetkan pangkalan AS di Arab Saudi. Rekaman itu sebenarnya memperlihatkan serangan udara Israel ke sebuah pelabuhan di Yaman pada 2024.

"Iran menghancurkan pangkalan udara AS di Riyadh, Arab Saudi," tulis teks keterangan pada video TikTok tanggal 2 Maret 2026. 

Postingan itu menyertakan video kebakaran besar dan asap tebal membubung di daerah komersial.

Image
Tangkapan layar video salah, diambil pada 5 Maret 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Iran menanggapi gelombang serangan udara AS-Israel dengan meluncurkan misil dan drone ke beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS (tautan arsip).

Menurut sumber dari negara Teluk kepada AFP, bandara internasional Riyadh dan Pangkalan Udara Prince Sultan, yang menampung personel militer AS, menjadi target serangan rudal Iran, namun serangan tersebut berhasil dicegat (tautan arsip). 

Klaim serupa juga menyebar di TikTok. Video itu juga beredar dengan klaim sama dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Arab dan Malaysia. Sedangkan postingan dalam bahasa Tagalog mengklaim bahwa rekaman memperlihatkan fasilitas minyak di Arab Saudi yang dihantam rudal Iran.

Namun, video itu merupakan rekaman lama yang menunjukkan serangan udara Israel di kota pelabuhan Hodeida yang dikuasai pemberontak Yaman.

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari video salah menemukan rekaman yang sama dipublikasikan oleh akun YouTube media massa asal Mesir, Rassd News Network, dan media pemberitaan asal Yaman, AIC TV, pada 20 Juli 2024 (tautan arsip di sini dan sini).

Kedua laporan menyatakan bahwa video itu memperlihatkan serangan Israel di kota pelabuhan Hodeida di Yaman. Sejumlah media massa lainnya juga memublikasikan kebakaran tersebut dari sudut pandang yang berbeda (tautan arsip di sini dan sini). 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video salah (kiri) dan video yang diunggah Rassd News Network (kanan)

Serangan jarak jauh itu menghantam Hodeida -- pintu gerbang utama untuk bahan bakar dan bantuan internasional ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Peristiwa itu sekaligus menjadi penanda serangan pertama Israel terhadap negara termiskin di Semenanjung Arab  tersebut (tautan arsip).

Kelompok Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, menyatakan bahwa serangan itu menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar di pelabuhan dan menewaskan enam karyawan Yemen Petroleum Company.

AFP turut membagikan video kebakaran hebat di pelabuhan yang terjadi saat itu.

Video tersebut pernah beredar dengan konteks sesat dan telah dibantah oleh AFP.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami