Video lama parade kapal perang Rusia diklaim salah sebagai pengerahan militer Eropa ke Greenland

  • Diterbitkan pada hari 27/01/2026 pukul 09:48
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Sejumlah negara Eropa mengumumkan pada Januari 2026 bahwa mereka akan mengirim pasukan ke Greenland sebagai respons atas upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut. Namun, sebuah video di media sosial yang memperlihatkan barisan kapal perang dalam sebuah formasi sebenarnya tidak terkait dengan kabar pengerahan pasukan tersebut. Klip itu dihasilkan dari sebuah foto parade angkatan laut Rusia pada tahun 2019 dan memuat beberapa kejanggalan visual yang mengindikasikan konten sintetis.

 "Sejumlah negara Eropa termasuk Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia mulai mengerahkan personel militer ke Greenland atas permintaan Denmark," tulis keterangan sebuah video yang diunggah di Instagram pada 16 Januari 2026.

Video memperlihatkan sebuah armada kapal perang membentuk sebuah formasi di laut lepas. 

Postingan beredar setelah beberapa negara Eropa mengumumkan pada 15 Januari bahwa mereka akan mengirimkan pasukan militer ke Greenland, seiring dengan meningkatnya ancaman Presiden AS Donald Trump untuk merebut pulau Arktik tersebut (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 20 Januari 2026, dengan tanda X yang ditambahkan oleh AFP

Pengerahan pasukan militer dalam jumlah terbatas ini -- misalnya, hanya 13 tentara yang dikirim dari Jerman --  dimaksudkan untuk mempersiapkan latihan bagi angkatan bersenjata di Arktik pada masa mendatang, menurut sumber dari bagian pertahanan Eropa (tautan arsip).

Trump telah berupaya untuk menguasai Greenland, dengan dalih bahwa posisi pulau itu sangat penting bagi keamanan nasional AS (tautan arsip). Ia juga mengancam akan mengenakan tarif pada negara-negara yang menentang rencana tersebut.

Dia kemudian mengatakan bahwa ia telah membentuk "kerangka kesepakatan masa depan" setelah pertemuan dengan Sekretaris Jendral NATO, Mark Rutte, mengenai wilayah tersebut di Forum Ekonomi Dunia di Swiss dan tidak akan memberlakukan tarif (tautan arsip). Namun, Trump tidak merinci isi kerangka tersebut, dan ia tidak menyebut apakah kerangka itu berhasil memenuhi tuntutan AS untuk menguasai Greenland secara utuh.

Video tersebut juga beredar di Facebook dan TikTok. Beberapa komentar mengindikasikan bahwa sebagian pengguna media sosial percaya bahwa video menunjukkan pengerahan pasukan oleh negara-negara Eropa.

"Selamat datang di Perang Dunia III, kawan," tulis salah satu komentar. 

"Negara-negara cerdas mana mau jadi budak Trump," tulis komentar lainnya.

Namun, video tersebut sebenarnya merupakan hasil rekayasa dari foto parade angkatan laut Rusia pada tahun 2019. 

Kombinasi pencarian gambar terbalik dan kata kunci tertentu di Google menggunakan potongan video yang beredar mengarahkan kepada foto yang diunggah oleh European Pressphoto Agency (EPA) pada 28 Juli 2019, memperlihatkan sejumlah kapal perang membentuk sebuah formasi (tautan arsip).

"Para pelaut Angkatan Laut Rusia berada di atas kapal perang selama parade 'Hari Angkatan Laut Rusia' di Kronstadt, di luar St. Petersburg, Rusia," bunyi keterangan foto tersebut.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara postingan salah (kiri) dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP dan foto asli dari EPA (kanan)

Pencarian kata kunci lainnya menemukan video serupa yang diunggah oleh Euronews pada tanggal 28 Juli 2019, yang memperlihatkan formasi kapal perang Rusia yang berlayar berbarengan (tautan arsip).

Analisis lebih mendalam menggunakan DeepFake-o-Meter, sebuah alat yang dirancang untuk mendeteksi konten hasil kecerdasan buatan (AI), mengindikasikan bahwa ada kemungkinan sebesar 99,9 persen video tersebut dibuat menggunakan AI (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis DeepFake-o-Meter terhadap video di postingan salah

Klip itu juga memuat beberapa kejanggalan visual, misalnya gelombang air yang bergerak secara aneh karena gerakan kapal, yang merupakan salah satu tanda bahwa konten tersebut dihasilkan dengan bantuan AI.

AFP telah memeriksa fakta sejumlah misinformasi yang melibatkan konten buatan AI di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami