Video Purbaya janjikan THR dari dana sitaan korupsi adalah konten AI

  • Diterbitkan pada hari 10/03/2026 pukul 04:13
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Seiring umat Muslim menjalankan puasa Ramadan dan bersiap merayakan Idul Fitri tahun 2026, beredar video AI yang seolah-olah menunjukkan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menjanjikan tunjangan hari raya (THR) dari dana sitaan hasil korupsi. Faktanya, video itu adalah konten AI yang dibuat menggunakan klip lama wawancara Purbaya tentang kinerja Bank Mandiri.

Video tersebut beredar dalam postingan Facebook tanggal 23 Februari 2026. Di video itu, Menkeu Purbaya seolah-olah mengatakan bahwa pemerintah akan membagikan THR bagi mereka yang belum menerima bantuan.

"Saya sudah siapkan 10 trilyun hasil sitaan para koruptor untuk dibagikan. Ini untuk rakyat kembali ke rakyat segera share agar semakin banyak rakyat indonesia yang mendapatkan bantuan hari ini," katanya di dalam video itu.

Teks yang ditulis di atas video meminta pengguna media sosial untuk berkomentar jika belum mendapatkan bantuan. Keterangan postingan menyertakan sebuah tautan, yang jika diklik mengarahkan pada sebuah nomor WhatsApp.

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 2 Maret 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Pemerintah telah mengumumkan bahwa mereka akan menggelontorkan paket stimulus Ramadan senilai Rp 12 triliun dalam bentuk insentif transportasi, serta bantuan sembako selama bulan suci dan menjelang liburan Idul Fitri (tautan arsip).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan selama Ramadan, ketika biasanya terjadi peningkatan aktivitas transaksi (tautan arsip di sini dan di sini). Lonjakan transaksi ini didorong oleh kegiatan sedekah dan persiapan untuk merayakan Idul Fitri di akhir bulan suci.

Video Purbaya yang juga beredar di TikTok itu menarik ribuan orang untuk berkomentar, beberapa bahkan terlihat membagikan informasi rekening bank mereka. 

"Alhamdulillah semoga aku dapat buat lebaran untuk anak," tulis salah satu komentar.

"Saya belum dapat bantuan apapun pak" tulis komentar lainnya.

Namun pemerintah belum pernah mengumumkan bantuan seperti itu. Juru bicara Kementerian Keuangan Deni Surjantoro mengatakan kepada AFP bahwa video yang beredar itu adalah hasil manipulasi AI.

"Hingga saat ini tidak pernah ada kebijakan pemerintah, termasuk dari Kementerian Keuangan, yang menjanjikan pembagian THR kepada masyarakat dengan sumber dana dari penyitaan hasil korupsi," katanya pada pada 5 Maret 2026.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa video yang beredar mirip dengan laporan berita dari ntvnews.id, yang diunggah di TikTok pada 6 October 2025 (tautan arsip).

Video yang dibagikan ntvnews.id menunjukkan Purbaya tengah melakukan inspeksi mendadak ke Bank Mandiri. Klip yang beredar di postingan salah itu mirip dengan suasana sebuah wawancara yang dilakukan ketika Purbaya meninggalkan gedung Bank Mandiri.

Berbeda dengan video yang beredar, di mana sang menteri terlihat berdiri diam saat berbicara, video dalam berita tersebut memperlihatkan ia berjalan sambil berbicara tentang paket stimulus yang ia berikan kepada bank tersebut dan kinerja bank setelahnya.

Purbaya sama sekali tidak menyebut adanya paket bantuan untuk Ramadan.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video AI di postingan salah (kiri) dan video dari ntvnews.id (kanan), dengan elemen-elemen sama yang telah ditambahkan oleh AFP

Keterangan dalam berita ntvnews.id itu menjelaskan bahwa video tersebut bersumber dari Purbaya sendiri. Setelah ditelusuri di akun medsos pribadinya, Purbaya memang mengunggah video yang sama di TikTok di pada tanggal 6 Oktober 2025 (tautan arsip).

Dalam video yang beredar tampak beberapa bagian menunjukkan kejanggalan visual yang mengindikasikan bahwa video itu dibuat dengan AI. Kejanggalan visual tersebut antara lain sosok terdistorsi yang muncul di belakang Purbaya, serta bagian atap yang muncul dan hilang saat kepala Purbaya bergerak.

Image
Tangkapan layar dari video buatan AI, dengan bagian-bagian yang menunjukkan kejanggalan visual telah ditandai oleh AFP

AFP kemudian mengunggah video yang beredar itu ke alat deteksi AI Hive Moderation, yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan 77,8 persen video tersebut buatan AI, dan kemungkinan 99,9 persen audio di dalam video dibuat dengan menggunakan AI (tautan arsip). 

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hive Moderation

Sebelumnya, AFP sebelumnya juga menyanggah postingan penipuan lain dengan modus pembagian internet gratis selama Ramadan.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami