Hoaks layanan internet gratis menyebar di media sosial selama Ramadan
- Diterbitkan pada hari 27/02/2026 pukul 10:36
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Seiring umat Muslim menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 2026, sejumlah postingan di media sosial membagikan hoaks yang disamarkan sebagai pendaftaran layanan internet gratis dari pemerintah selama bulan puasa. Namun, postingan-postingan ini sebenarnya adalah kedok untuk mendapatkan data pribadi pengguna, dan bukan bagian dari program resmi pemerintah yang menyediakan akses internet untuk masyarakat.
"Akses internet jadi lebih mudah --- selama bulan Ramadhan gratis untuk Anda!" tulis keterangan postingan Facebook tanggal 20 Februari 2026.
Postingan itu menyertakan tautan kepada sebuat situs yang menawarkan akses internet gratis. Namun, untuk mengakses layanan tersebut, pertama-tama pengguna harus mendaftarkan nama dan nomor telepon mereka -- informasi yang berpotensi digunakan untuk penipuan phishing (tautan arsip).
"Sambungkan aktivitas digital Anda dengan koneksi stabil tanpa bayar di awal. Program ini tersedia untuk seluruh masyarakat," lanjut postingan tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan selama Ramadan, ketika biasanya terjadi peningkatan aktivitas transaksi (tautan arsip). Lonjakan transaksi ini didorong oleh kegiatan sedekah dan persiapan untuk merayakan Idul Fitri di akhir bulan suci (tautan arsip).
Postingan misinformasi serupa juga beredar di TikTok dan Facebook.
"Udah isi, tapi nggak ada follow-up nya," tulis salah seorang pengguna media sosial di kolom komentar.
"Dibuat daftar ga bisa," kata pengguna lainnya.
Postingan tersebut sebenarnya mengarahkan pengguna ke sebuah situs yang tidak terafiliasi dengan Internet Rakyat, yakni program resmi pemerintah yang menyediakan internet gratis di bulan pertama (tautan arsip).
Pencarian kata kunci tertentu menemukan akun Instagram resmi Internet Rakyat yang memperingatkan pengguna untuk waspada terhadap misinformasi yang ada (tautan arsip).
"Pastikan input data untuk berlangganan IRA hanya di website internetrakyat.id," tulis peringatan di akun Internet Rakyat tersebut.
Setelah mendaftarkan diri, pengguna dapat berlangganan layanan "Internet Rakyat" dengan membayar Rp100 ribu per bulan, dengan pembebasan biaya pada bulan pertama (tautan arsip). Namun, layanan ini baru ada di beberapa wilayah seperti Jawa, Maluku, dan Papua.
Pada awal Desember 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital telah membantah penipuan phishing serupa yang menawarkan tiga bulan akses internet gratis (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah menyanggah postingan penipuan lain yang menyebar di Indonesia.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami