Ini video banjir di Israel akibat Badai Byron, bukan dampak serangan rudal Iran
- Diterbitkan pada hari 09/03/2026 pukul 10:53
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Lucille SODIPE, AFP Filipina
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Iran menyerang Israel dan fasilitas penting milik Amerika Serikat (AS) di wilayah Teluk menyusul kampanye militer besar-besaran yang dilancarkan koalisi AS-Israel terhadap republik Islam itu. Namun, video yang beredar di media sosial yang menunjukkan banjir menerjang kawasan pemukiman bukanlah dampak dari serangan Iran terhadap pabrik desalinasi Israel. Rekaman tersebut menunjukkan banjir yang terjadi akibat Badai Byron yang menerjang sebagian wilayah Israel pada Desember 2025.
Video yang menunjukkan banjir yang menerjang jalanan di sebuah area hunian tersebut dibagikan di TikTok pada 1 Maret 2026.
"Rekaman dilaporkan Rudal Hipersonik Iran menghantam Sorek Desalination Plant atau Pabrik Desalinasi Sorek di kota Tel Aviv," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
"Sorek merupakan tulang punggung pasokan air Israel dan pabrik desalinasi terbesar di dunia," tambah keterangan video itu.
Sekitar 75 persen pasokan air minum di Israel memang berasal dari proses desalinasi, sebuah proses yang membuat air laut menjadi layak untuk diminum (tautan arsip). Pabrik desalinasi Sorek sendiri merupakan fasilitas desalinasi terbesar di Israel (tautan arsip).
Video yang sama dengan narasi serupa juga beredar di Facebook dan X . Unggahan-unggahan tersebut mengeklaim bahwa pabril desalinasi Sorek telah hancur akibat serangan rudal Iran sebagai aksi balasan terhadap gempuran koalisi AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi negara itu (tautan arsip).
Perang menyebar ke seantero wilayah Teluk -- yang sebelumnya relatif stabil -- saat Iran melancarkan serangan balasan dengan menyasar Israel dan sejumlah fasilitas penting milik AS di wilayah tersebut, termasuk di Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab.
AFP melaporkan bahwa beberapa hari menjelang serangan gabungan AS-Israel, sejumlah negara tetangga dari republik Islam itu menyatakan kekhawatiran mereka bahwa aksi militer terhadap Iran akan mengganggu keamanan seluruh wilayah tersebut (tautan arsip).
Negara-negara Teluk "sadar bahwa posisi mereka rentan karena Iran memiliki jumlah rudal standar jarak menengah yang cukup untuk menyerang infrastruktur penting seperti pabrik desalinasi, pusat hidrokarbon, pembangkit listrik," ujar Pierre Razoux, direktur riset lembaga kajian Mediterranean Foundation for Strategic Studies.
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada laporan resmi yang menyebutkan bahwa rudal Iran berhasil menyerang pabrik desalinasi Sorek.
Seperti klaim keliru lainnya terkait perang di Timur Tengah yang telah disanggah oleh AFP, postingan salah tersebut menggunakan rekaman lama yang tidak berkaitan.
Pencarian gambar terbalik pada Google dengan menggunakan potongan gambar dari video yang beredar tersebut mendapati rekaman serupa yang telah beredar sejak 12 Desember 2025(tautan arsip).
Rekaman sama yang dipublikasikan oleh portal berita Israel, Ynet, itu merupakan bagian dari kompilasi klip yang menunjukkan banjir di sejumlah tempat di Israel menyusul hujan deras yang timbul akibat Badai Byron (tautan arsip).
Penulusuran lanjutan dengan kata kunci mengarah pada kantor berita Channel 12 dan Ynet News yang juga menyertakan klip serupa dalam pemberitaan mereka terkait badai tersebut (tautan arsip di sini dan sini).
Laporan itu menyebutkan rekaman tersebut diambil di Kota Kiryat Gat di selatan Israel.
Pemerintah setempat mengatakan dalam unggahan di Facebook pada 12 Desember bahwa sungai kecil di dekat wilayah itu meluap dan banjir bandang menerjang wilayah pemukiman warga (tautan arsip).
AFP melakukan geolokasi terhadap video yang beredar dan menemukan lokasinya berada di jalan Har Ha-Shomron di Kota Kiryat Gat, yang terletak 37 kilometer di selatan pabrik desalinasi Sorek (tautan arsip di sini dan sini).
Johanes Hutabarat contributed to this report
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami