Video bus terjebak di tengah banjir Jakarta ini buatan AI

  • Diterbitkan pada hari 30/01/2026 pukul 07:41
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Sebagian daerah Jakarta mengalami banjir parah pada Januari 2026, tetapi sebuah klip di media sosial yang memperlihatkan bus penumpang terjebak di tengah banjir adalah hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI). Analisis pada video menemukan sejumlah kejanggalan visual, sementara pihak TransJakarta mengonfirmasi kepada AFP bahwa video tersebut adalah "hoaks".

Video tersebut salah satunya dibagikan di TikTok pada tanggal 22 Januari 2026. Tayangannya seolah-olah menunjukkan situasi di dalam sebuah bus penumpang mirip armada TransJakarta saat air banjir menggenangi bagian dalam bus.

Pada akhir video, air banjir terlihat mencapai pinggang penumpang dan bus tersebut tampak terjebak di tengah-tengah banjir. 

"Warga dah kejebak dalam bus. Banjir hari ini di Jakarta Selatan," tulis teks keterangan yang ditempelkan pada video tersebut.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada tanggal 27 Januari 2026, dengan tanda X merah ditambahkan oleh AFP

Video itu juga beredar di Instagram dan Facebook seiring banjir yang terjadi di kawasan Jabodetabek pada Januari 2026 yang dipicu oleh hujan deras (tautan arsip). 

"Astaghfirullah, ya Allah, lindungilah mereka semua," kata salah seorang pengguna media sosial di kolom komentar.

"Ya Allah, semoga nggak ada korban jiwa," kata pengguna lainnya.

Sejumlah rute bus TransJakarta memang dihentikan sementara saat terjadi banjir, namun tidak ada laporan resmi yang menyebut bahwa ada bus dan penumpang yang terlantar seperti pada postingan yang beredar (tautan arsip).

Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), mengatakan kepada AFP pada tanggal 27 Januari bahwa video tersebut adalah "hoaks".

Pencarian kata kunci menemukan bahwa klip itu pernah diunggah pada tanggal 5 Januari di TikTok, di mana pengunggah melabeli postingannya sebagai konten AI (tautan arsip).

Akun tersebut telah berulang kali mengunggah video hasil AI, termasuk video-video yang ia pakai untuk mempromosikan produk jualannya.

AFP menghubungi pemilik akun tersebut, tetapi tidak mendapatkan tanggapan.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video salah (kiri) dan klip yang diunggah pada 5 Januari (kanan) dengan bagian label AI ditandai oleh AFP

Selain itu, sejumlah kejanggalan visual terlihat pada video, mengindikasikan bahwa tayangan tersebut bukanlah rekaman asli. Misalnya, warna interior bus yang berganti-ganti, kursi bus yang berubah bentuk, serta penempatan pegangan tangan penumpang yang juga berubah-ubah. 

Ada juga kejanggalan yang menunjukkan beberapa penumpang memegang benda tak kasat mata sambil berdiri di tengah banjir. 

Pada klip terakhir pada video tersebut, air banjir juga terlihat mengalir menembus jendela-jendela bus.

Image
Tangkapan layar video salah, menunjukkan sejumlah kejanggalan visual, termasuk bentuk kursi dan posisi pegangan tangan yang berubah

Analisis video menggunakan Verification Plugin, atau dikenal juga dengan InVID-WeVerify, alat yang turut dikembangkan oleh AFP, menemukan "bukti yang sangat kuat" bahwa konten itu dibuat menggunakan AI.

Image
Tangkapan layar memperlihatkan hasil analisis Verification Plugin

AFP telah membantah berbagai misinformasi yang menggunakan AI

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami