Video menunjukkan parlemen Denmark membahas pembelian hewan sirkus, tidak terkait kisruh Greenland

  • Diterbitkan pada hari 03/02/2026 pukul 05:44
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Pada Januari 2026, Donald Trump mengatakan di dalam sebuah pesan teks bahwa ia tidak lagi merasa berkewajiban berpikir tentang perdamaian usai gagal mendapatkan penghargaan Nobel. Sebuah video kemudian beredar dengan narasi salah bahwa anggota parlemen Denmark menertawakan pernyataan presiden Amerika Serikat (AS) itu. Namun faktanya video itu berasal dari tahun 2019 dan memperlihatkan anggota parlemen Denmark yang tertawa bersama saat mendiskusikan pembelian hewan-hewan sirkus.

"Reaksi parlemen Denmark saat Trump mengancam akan mengambil alih Greenland karena tidak mendapatkan hadiah nobel perdamaian," tulis teks di dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pada tanggal 25 Januari. 

Video menunjukkan Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, tertawa di atas podium bersama puluhan orang di dalam ruangan gedung parlemen.

Keterangan video itu berisi pesan teks Trump kepada Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, yang  mempertanyakan kendali Denmark terhadap Greenland (tautan arsip).

Di dalam pesan yang ia beberkan ke publik pada tanggal 19 Januari, Presiden Trump mengatakan bahwa ia tidak lagi merasa berkewajiban berpikir "semata-mata soal perdamaian" setelah ia gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Pesan itu ia buat di tengah upayanya mengambil alih Greenland.

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 20 Januari, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Trump berulang kali menyebut dirinya "pantas" mendapatkan Nobel atas perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik -- yang dianggap beberapa ahli sebagai klaim yang berlebihan (tautan arsip).

Pada tahun 2025, komite Nobel memberikan penghargaan tersebut kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang kemudian menghadiahkannya kepada Trump saat berkunjung ke Gedung Putih pada Januari 2026 (tautan arsip di sini dan sini).

Trump berkali-kali mengatakan ingin menguasai Greenland, dengan alasan bahwa wilayah itu penting bagi keamanan nasional AS (tautan arsip). Namun, ia akhirnya mencabut ancamannya terhadap Greenland setelah ia mengatakan telah mencapai "kerangka" kesepakatan dengan Sekretaris Jendral NATO, Mark Rutte, untuk memastikan pengaruh Amerika yang lebih besar (tautan arsip).   

Klaim serupa juga beredar dalam bahasa lain, termasuk bahasa Inggris, Italia, Polandia, PortugisSpanyol, dan Jerman.

Namun, video itu adalah rekaman dari tahun 2019 dan tidak ada hubungannya dengan percakapan antara Trump dengan perdana menteri Norwegia. 

Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan video dan penelusuran kata kunci di Google menemukan bahwa klip tersebut pernah diunggah di halaman Facebook milik Kedutaan Besar Denmark di Polandia pada 11 Oktober 2019 (tautan arsip). 

"Mette Frederiksen berbicara tentang negara membeli gajah-gajah sirkus," tulis keterangan video tersebut. 

Seorang jurnalis AFP penutur bahasa Denmark mengatakan bahwa video itu menunjukkan Frederiksen berbicara tentang bagaimana pemerintahannya akhirnya membeli seekor unta selain empat gajah yang awalnya direncanakan. Perdana menteri Denmark itu tidak sekali pun menyebut nama Trump dalam pernyataannya.

Video tersebut juga memuat teks berbahasa Inggris, yang menerjemahkan pernyataan Frederiksen dari bahasa Denmark. Salah satu bagian dalam penyampaiannya, pemimpin Denmark itu mengatakan bahwa mereka memutuskan membeli unta setelah mengetahui bahwa hewan tersebut adalah "teman baik" salah satu gajah.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara postingan salah (kiri) dan video yang diunggah pada halaman Facebook milik kedutaan besar Denmark di Polandia (kanan)

Euronews, sebuah jaringan televisi berita Eropa, mengunggah laporan video pada 10 Oktober 2019 tentang pertemuan penuh tawa itu (tautan arsip). 

"Perdana Menteri Denmark tertawa terbahak-bahak saat berpidato dalam rapat parlemen pada 3 Oktober," tulis judul berita Euronews. 

NBC News World juga menyiarkan rekaman ini, sementara Perusahaan Penyiaran Denmark (DBC) mengatakan bahwa pemerintah akhirnya membeli hewan-hewan itu dari sebuah sirkus setelah wahana hiburan itu tidak lagi diijinkan untuk mengurus mereka (tautan arsip di sini dan sini).

Video yang beredar tersebut sebelumnya telah dipakai di dalam postingan salah lainnya. AFP pernah menyanggah narasi bahwa video itu menunjukkan Frederiksen mengejek Taiwan dan kegagalan Tiongkok dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, AFP juga telah menyanggah misinformasi lain terkait upaya Trump menguasai Greenland.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami