Gambar penangkapan tentara AS oleh militer Iran ini hasil AI
- Diterbitkan pada hari 12/03/2026 pukul 10:16
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Timur Tengah & Afrika Utara
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak gagasan mengirim pasukan darat ke Iran di tengah perang yang berkecamuk di Timur Tengah, tapi foto-foto yang diklaim menunjukkan tentara AS ditangkap Garda Revolusi Iran menyebar di media sosial. Foto-foto tersebut sebenarnya adalah konten AI, yang bisa diidentifikasi dari adanya kejanggalan visual dan tanda air Gemini, sebuah alat AI generatif milik Google.
"Lebih dari 1.000 tentara USA berhasil ditangkap Garda Revolusi Iran," tulis teks yang ditempelkan pada kompilasi foto di unggahan TikTok pada 7 Maret 2026.
Postingan serupa juga beredar di TikTok dan Facebook, serta menyebar dalam bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Arab, dan beberapa bahasa lainnya. Sebagian unggahan mengklaim bahwa tentara-tentara dalam gambar tersebut adalah pasukan khusus yang ditugaskan Trump pada bulan Januari untuk menangkap pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dari Caracas.
Gambar-gambar tersebut muncul ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada 5 Maret bahwa kemungkinan invasi darat AS atau Israel "akan menjadi bencana besar bagi mereka" (tautan arsip). Donald Trump kemudian menyebut pernyataan Araghchi ini "komentar yang sia-sia", menurut laporan NBC News (tautan arsip). Presiden AS itu juga mengatakan bahwa menempatkan pasukan di Iran hanyalah "buang-buang waktu" (tautan arsip).
Perang meledak pada 28 Februari setelah AS dan Israel melakukan serangan ke Iran yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Sebagai aksi balasan, negara republik Islam itu kemudian meluncurkan roket dan drone ke beberapa negara Timur Tengah (tautan arsip).
Enam tentara AS tewas dalam serangan drone di Kuwait, seperti dikonfirmasi Pentagon. Namun, gambar-gambar yang seolah memperlihatkan beberapa tentara AS ditangkap oleh pasukan Iran adalah misinformasi.
AFP menemukan bahwa foto-foto serupa yang menyebar dalam postingan berbahasa Inggris memiliki logo Gemini, alat AI generatif milik Google, di sisi kanan bawah.
Pencarian gambar terbalik menemukan bahwa Google menandai foto-foto yang beredar dengan label "dibuat dengan Google AI", dan Gemini mendeteksi adanya SynthID -- tanda air tak kasat mata yang menurut Google dimaksudkan untuk mengidentifikasi konten yang dihasilkan atau diedit menggunakan alat AI mereka (tautan arsip). Ketiga gambar mempunyai tanda tersebut.
AFP juga mengidentifikasi beberapa kejanggalan pada gambar dalam postingan berbahasa Inggris yang merupakan ciri khas konten AI. Antara lain, jari-jari yang cacat, wajah yang buram, dan pola baju yang tidak konsisten, serta emblem pada seragam. Sosok di latar belakang salah satu gambar bahkan tampak memiliki tiga lengan.
AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami