Hoaks terkait kapal induk AS dihantam rudal Iran menyebar di media sosial

Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang USS Abraham Lincoln, kapal induk milik Amerika Serikat (AS), pada 1 Maret 2026 sebagai aksi balasan atas gempuran yang dilakukan koalisi AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi mereka. Namun, Pentagon membantah klaim tersebut. Sementara itu, video yang beredar di media sosial dan seolah memperlihatkan kapal induk tersebut terbakar merupakan rekaman lama yang mengandung elemen visual tidak realistis -- mengindikasikan bahwa video tersebut tidak asli.

"Breaking News. Kapal induk US Abraham Lincoln luluh lantak dihantam 4 rudal milik Iran. Dikabarkan 560 tentara tewas," tulis teks yang ditempelkan pada video TikTok tertanggal 3 Maret 2026.

Video memperlihatkan asap tebal yang membubung tinggi dari sebuah kapal yang tengah terbakar.

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 11 Maret 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan serupa juga beredar di Facebook dan TikTok serta dalam postingan berbahasa Malaysia, Prancis, Burma, Spanyol, dan Arab setelah Iran mengatakan mereka telah menghantam kapal induk USS Abraham Lincold dengan rudal balistik di kawasan Teluk pada 1 Maret (tautan arsip).

Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah klaim tersebut melalui sebuah cuitan di X (tautan arsip).

"Kapal Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran," bunyi sebagian cuitan CENTCOM tersebut. 

Stasiun televisi pemerintah Iran juga menduga bahwa drone yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran telah mengenai kapal induk tersebut pada 5 Maret (tautan arsip). Namun, mereka tidak memberikan rincian terkait klaim itu.

Perang berkecamuk di Timur Tengah menyusul serangan AS dan Israel di Iran yang menewaskan Ali Khamenei (tautan arsip).

Tehran menyerang balik dengan melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai negara yang menampung puluhan ribu pasukan AS, terutama di negara-negara Teluk Arab.

Namun, klip yang beredar tidak menunjukkan USS Abraham Lincoln setelah dihantam oleh rudal-rudal Iran.

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari video yang beredar mengarahkan pada postingan Facebook tanggal 24 Juni 2025 yang berisi klip yang sama.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video Facebook yang diposting tahun 2025 (kanan)

Meskipun keterangan postingan tersebut menyebutkan bahwa video menunjukkan kapal induk AS yang menjadi sasaran Iran, tayangannya memperlihatkan sejumlah kejanggalan visual yang mengindikasikan klip itu bukan rekaman asli.

Misalnya, satu sisi dari kapal tampak terbakar, tetapi tidak mengeluarkan asap. Nyala api yang terlihat juga bergerak secara tidak realistis dan seolah-olah telah dianimasikan secara digital.

Analisis video yang sama dari postingan berbahasa Inggris dan Malaysia menggunakan Hive Moderation menemukan bahwa klip tersebut "kemungkinan mengandung konten yang dihasilkan AI atau deepfake" (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hive Moderation

AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami