Ledakan jembatan Krimea diberi narasi salah terkait perang di Timur Tengah
- Diterbitkan pada hari 13/03/2026 pukul 09:52
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Timur Tengah & Afrika Utara
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Serangan balasan Iran yang menyasar negara-negara Teluk terus berlangsung menyusul gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap republik Islam tersebut. Di saat bersamaan, sebuah video beredar di media sosial dengan klaim bahwa rudal Iran mengenai jalan lintas King Fahd yang menghubungkan Bahrain dan Arab Saudi. Namun, klip tersebut merupakan video lama yang menunjukkan jembatan Krimea yang dibom pada 2022, beberapa bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina.
Video tersebut salah satunya diunggah di Instagram pada 5 Maret 2025, dengan keterangan unggahan berbunyi, "Rekaman pertama serangan rudal Iran ke arah Jembatan Raja Fahd (Persahabatan), yang menghubungkan Bahrain dan Arab Saudi, berhasil menghancurkan jembatan terbesar di Timur Tengah."
Diresmikan pada 1986, jalan lintas King Fahd memiliki panjang 25 kilometer dan terdiri dari rangkaian jembatan yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain (tautan arsip).
Rekaman tersebut menunjukkan sejumlah kendaraan tampak hilir mudik di area jembatan sebelum sebuah ledakan terjadi.
Postingan serupa juga diunggah di Facebook di sini dan sini
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sejumlah target di Iran tengah pada 9 Maret 2026, termasuk pusat komando keamanan dan tempat peluncuran rudal (tautan arsip). Operasi tersebut menandai serbuan pertama sejak Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut menggantikan ayahnya Ali Khamenei.
Konflik terus meluas ke sejumlah wilayah di Timur Tengah. AFP melaporkan dampak kemanusiaan dari perang yang berlangsung saat ini terhadap Lebanon telah memburuk, di mana PBB mengatakan lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal dalam satu hari di saat serangan Israel terhadap Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, meningkat (tautan arsip).
Sementara itu, sebuah serangan drone ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE), menyebabkan kebakaran pada zona industri yang menampung fasilitas minyak dan energi saat Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah Teluk.
Namun, rekaman beredar yang menunjukkan ledakan pada sebuah jembatan tidak terkait dengan perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Ledakan jembatan Krimea
AFP menggunakan InVID-WeVerify untuk melakukan pencarian gambar terbalik terhadap potongan gambar dari video salah yang beredar. Hasilnya menemukan bahwa rekaman itu pertama kali dipublikasikan oleh akun resmi YouTube kantor berita The Guardian pada 9 Oktober 2022 (tautan arsip).
“Ledakan jembatan Kerch: CCTV memperlihatkan ledakan pada jembatan Krimea," tulis judul video dalam bahasa Inggris tersebut.
Jembatan Kerch, yang dikenal juga dengan sebutan jembatan Krimea, merupakan jalan utama yang menghubungkan wilayah Krasnodar Krai di Rusia dengan Semenanjung Krimea.
Deskripsi video menjelaskan bahwa rekaman CCTV yang beredar pertama kali dibagikan di saluran Telegram Rusia lalu dibagikan ulang oleh sejumlah kantor berita. Video tersebut menujukkan detik-detik saat ledakan terjadi, di mana sebuah truk dan mobil tampak berada di dekat titik ledakan.
AFP melaporkan saat itu pihak berwenang Rusia mengatakan ledakan tersebut menewaskan tiga orang (tautan arsip).
Video asli dari ledakan tersebut berdurasi lebih dari 90 detik dan menunjukkan momen saat ledakan terjadi serta kerusakan yang timbul pada beberapa area jembatan.
Postingan salah yang beredar hanya menggunakan 34 detik pertama dari rekaman CCTV jembatan dan membagikannya sebagai insiden besar terkait perang di Timur Tengah.
AFP melakukan geolokasi terhadap jembatan Krimea dan jalan lintas King Fahd pada Google Maps untuk menunjukkan bahwa material kedua bangunan tersebut berbeda.
Jalan lintas King Fahd lebih panjang dan dibangun untuk lalu lintas kendaraan, sementara jembatan Krimea merupakan proyek infrastruktur yang lebih kompleks yang meliputi rel kereta serta jalan utama bagi kendaraan dan memiliki bentang lengkung yang besar.
Desain bangunan jembatan yang terlihat pada rekaman CCTV, termasuk juga jalur kendaraan dan pembatas jalan, sesuai dengan tampilan jembatan Kerch di Krimea.
Rusia menganeksasi wilayah Krimea dari Ukraina pada Maret 2014 dan melancarkan invasi militer skala penuh terhadap negara tersebut pada Februari 2022 (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah menyanggah misinformasi lainnya terkait perang di Timur Tengah di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami