Foto 'kebakaran kedutaan besar AS di Riyadh' ini konten AI

  • Diterbitkan pada hari 16/03/2026 pukul 06:02
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Brasil
  • Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia

Seiring serangan balasan yang digencarkan Iran ke negara-negara Teluk, Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Riyadh terkena hantaman dari dua buah drone pada 3 Maret 2026 sehingga memicu kebakaran kecil pada satu bagian bangunan. Namun, sebuah foto kebakaran bangunan yang dinarasikan di media sosial sebagai serangan drone Iran nyatanya adalah konten kecerdasan buatan (AI). Foto-foto yang diambil AFP dari lokasi kejadian hanya menunjukkan kerusakan kecil, sementara alat deteksi menandai gambar tersebut sebagai hasil buatan AI dengan menggunakan alat milik Google.

"Kedutaan Amerika di Riyadh, Arab Saudi terbakar setelah berlakunya letupan hasil daripada serangan drone," tulis keterangan foto yang diunggah di Facebook pada 3 Maret 2026. 

Gambar pada postingan menunjukkan sebuah bangunan yang dilalap si jago merah. Beberapa petugas kebakaran tampak berusaha memadamkan api.

Postingan ini beredar setelah seorang juru bicara kementerian pertahanan Arab Saudi menyampaikan bahwa serangan yang berasal dari dua drone ke kedubes AS di Riyadh pada 3 Maret menyebabkan kebakaran kecil (tautan arsip). Kedubes AS kemudian mengonfirmasi adanya serangan itu dan meminta orang-orang untuk menjauh dari area tersebut. 

Serangan tersebut terjadi di tengah aksi balasan Iran atas gempuran AS dan Israel pada akhir Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi mereka (tautan arsip). Konflik pun dengan cepat menyebar ke seantero wilayah Teluk yang sebelumnya stabil.

Namun duta besar Iran di Arab Saudi membantah bahwa negaranya menargetkan kedubes AS di Riyadh (tautan arsip). Alireza Enayati mengatakan kepada AFP: "Kami memastikan bahwa Iran tidak memiliki peran dalam serangan terhadap kedutaan AS di Riyadh.

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 10 Maret 2026, dengan tanda silang merah dan penanda AI yang ditambahkan oleh AFP

Foto dengan klaim yang sama telah beredar dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Thailand, bahasa Inggris, Mandarin dan Hindi.

Pemerintah AS memerintahkan pegawai kedutaannya untuk meninggalkan Arab Saudi pada 8 Maret saat Iran mulai melancarkan serangan ke kerajaan tersebut sebagai pembalasan atas aksi militer AS dan Israel (tautan arsip). Selain kedubes AS di Riyadh, serangan drone juga telah menyebabkan kerusakan pada kedubes AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Namun, foto yang beredar di media sosial itu tidak menunjukkan kebakaran dan kerusakan yang disebabkan oleh serangan drone Iran di kedubes AS di Riyadh.

Sebuah foto AFP yang menampilkan kondisi kedubes setelah terkena serangan drone menunjukkan kerusakan ringan pada bangunan itu, bertolak belakang dengan gambar yang beredar yang mengesankan bahwa seluruh fasilitas tersebut dilalap api.

Image
Tangkapan layar foto AFP, menunjukkan bangunan kedubes AS di Riyadh dengan bagian yang terbakar dilingkari oleh AFP

Citra satelit dari Google Maps juga menunjukkan bahwa layout kompleks kedutaan AS di Riyadh berbeda dengan tata letak bangunan yang digambarkan pada foto yang beredar (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara gambar AI (kiri) dan citra satelit area kedutaan besar AS di Riyadh yang diambil dari Google Maps

Analisis menggunakan alat deteksi SynthID -- yang diluncurkan Google pada bulan Mei 2025 untuk mengidentifikasi konten buatan AI -- menyimpulkan dengan tingkat keyakinan yang "sangat tinggi" bahwa gambar tersebut dibuat menggunakan alat AI milik Google (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis alat pendeteksi SynthID milik Google

AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami