Rekaman lama tabrakan kapal di Selat Oman diklaim sebagai serangan Iran ke kapal minyak milik AS

  • Diterbitkan pada hari 17/03/2026 pukul 10:52
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Iran secara praktis telah menutup Selat Hormuz sebagai bentuk pembalasan atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. Namun, video yang beredar di media sosial dengan narasi kapal tanker AS terkena rudal Iran saat melintasi jalur air tersebut merupakan video lama sebelum konflik terjadi. Rekaman itu sudah beredar dalam laporan media pada Juni 2025 mengenai tabrakan dua kapal tanker di Teluk Oman.

"Ini adalah salah satu kapal tanker AS yang dihantam oleh rudal Iran di selat Hormuz," tulis sebagian keterangan video yang diunggah di Facebook pada tanggal 6 Maret 2026.

Memasuki dua minggu perang di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel kepada Iran pada 28 Februari, lalu lintas melalui jalur air vital yang biasanya mengangkut seperlima pasokan minyak global tersebut hampir terhenti total, seiring ancaman Tehran untuk menyerang kapal-kapal tanker minyak di selat tersebut (tautan arsip).

Dua puluh kapal tanker minyak dan kargo telah diserang semenjak perang terjadi (tautan arsip). Hanya 77 kapal yang sejauh ini berhasil melewati Selat Hormuz, berdsarkan laporan perusahaan data kelautan Lloyd's List Intelligence pada 13 Maret.

Presiden AS Donald Trump telah mendesak negara-negara lain untuk ikut mengamankan Selat Hormuz, setelah dia sebelumnya berjanji bahwa Angkatan Laut AS akan "dengan segera" mulai mengawal kapal-kapal tanker melintasi jalur tersebut.

Image
Tangkapan layar postingan salah, diambil pada 13 Maret 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan serupa juga beredar di TikTok dan Facebook, meski sebenarnya video itu tidak berkaitan dengan perang yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari video salah mengarahkan kepada postingan X yang membagikan rekaman yang sama pada 17 Juni 2025 (tautan arsip). 

Keterangan postingan menyebutkan bahwa video memperlihatkan kapal tanker minyak Adalynn yang terbakar setelah bertabrakan dengan kapal tanker lainnya di Teluk Oman, yang berada di dekat Selat Hormuz. Nama kapal itu juga terpatri di bagian belakang kapal.

Image
Tangkapan layar postingan salah, dengan nama kapal diperbesar oleh AFP

Video yang sama tentang insiden tabrakan tersebut telah diunggah di tempat lain, seperti di situs berita perkapalan dan di Instagram (tautan arsip di sini dan di sini).

AFP melaporkan pada 17 Juni 2025 bahwa sebanyak 24 orang telah diselamatkan oleh penjaga pantai dari Uni Emirat Arab setelah kapal tanker Adalynn dan Front Eagle mengalami tabrakan di Teluk Oman (tautan arsip).

Laporan tersebut mengutip perusahaan pelayaran Inggris Frontline, sebagai pemilik Front Eagle, yang mengatakan: "Kami (juga) mengetahui laporan tentang kebakaran di atas kapal Adalynn setelah tabrakan."

Organisasi internasional Greenpeace dan situs pemerintah Ukraina, Warsanctions, mendata Adalynn sebagai bagian dari apa yang mereka sebagai "armada bayangan" kapal tanker yang digunakan untuk menghindari sanksi terhadap minyak Rusia (tautan arsip di sini, sini, dan di sini).

Sebelumnya, AFP telah menyanggah berbagai misinformasi lain terkait konflik di Timur Tengah.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami