Video pria berenang di Maroko dibagikan dengan narasi salah terkait krisis migran di Spanyol
- Diterbitkan pada hari 11/08/2026 pukul 10:52
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Vishesh SINGH, AFP India
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Massa berjumlah puluhan ribu orang, yang didominasi oleh warga asal Maroko, merangsek masuk ke wilayah Ceuta di Spanyol dengan berjalan kaki dan berenang pada akhir Juli lalu. Namun, sebuah video yang dibagikan oleh berbagai organisasi media yang menunjukkan seorang remaja pria merekam dirinya berenang tidak terkait dengan rombongan migran yang masuk ke wilayah negeri Matador tersebut. Rekaman itu diambil di kota pelabuhan El Jadida di Maroko dan pria di dalam video tersebut menyanggah bahwa ia telah memasuki wilayah Ceuta.
"Sebuah video viral memperlihatkan seorang migran asal Maroko merekam dirinya sendiri menggunakan tongkat selfie saat berenang menuju Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara," tulis sebagian keterangan postingan yang diunggah di Facebook pada 1 Agustus 2026.
"Rekaman itu menangkap seluruh proses penyeberangan dari laut hingga ia berhasil mencapai garis pantai dan memasuki wilayah Spanyol," lanjut keterangan postingan.
Kantor berita Arab Al Arabiya dan kantor siaran Republik Dominika Noticias Telemicro juga merilis video yang sama dengan keterangan yang menyebutkan seorang pria Maroko berenang menuju Ceuta.
Ceuta, yang merupakan wilayah bekas jajahan Romawi dengan populasi mencapai 84.000 orang, terletak tepat di sebelah selatan Spanyol dan seringkali dianggap sebagai pintu masuk para imigran gelap yang ingin menuju Eropa (tautan arsip).
Para migran, yang kebanyakan berasal dari Maroko, mulai memasuki wilayah Spanyol pada akhir Juli dengan berjalan kaki atau berenang dari Fnideq, kota di Maroko, yang berbatasan langsung dengan wilayah di dekat wilayah eksklave Spanyol, Ceuta (tautan arsip). Hingga 1 Agustus, lonjakan jumlah migran telah mencapai puluhan ribu orang hingga memicu krisis diplomatik antara Spanyol dan sejumlah negara tetangganya di Uni Eropa.
Banyak di antara mereka yang tenggelam saat mencoba berenang melewati perbatasan di laut Mediterania (tautan arsip). Perwakilan pemerintah Spanyol di Ceuta mengumumkan bahwa jumlah korban tewas sudah mencapai lebih dari 70 orang.
Hingga 5 Agustus, Spanyol mengatakan sebanyak 70.000 dari 72.000 migran yang memasuki wilayah Ceuta telah kembali pulang.
Video serupa yang menunjukkan seorang remaja pria berenang menuju Ceuta juga beredar di Instagram, TikTok dan muncul dalam berbagai bahasa termasuk Prancis dan Bengali.
Namun, rekaman yang beredar tersebut tidak terkait dengan lonjakan arus migran ke wilayah Ceuta pada Juli lalu.
Pencarian gambar terbalik dari potongan gambar di video dalam postingan yang beredar menemukan bahwa klip yang sama diunggah ke Instagram pada 30 Juli 2026 (tautan arsip).
Pemilik akun Instagram tersebut juga mengunggah sejumlah video dirinya tengah berenang di lokasi yang sama.
Dalam video yang diunggah pada 1 Agustus 2026, sang pemilik akun mengatakan dirinya berada di kota pelabuhan El Jadida, di wilayah pesisir timur Maroko (tautan arsip).
"Aku belum pernah menginjakkan kaki di Ceuta. Aku tinggal di El Jadida. El Jadida, aku belum pernah meninggalkan tempat ini seumur hidupku," ujarnya dalam bahasa Arab.
Tampilan pada Google Maps Street View dari Kota El Jadida menunjukkan bentangan konstruksi beton yang sama dengan bangunan yang terlihat dalam video yang diunggah di Instagram (tautan arsip).
AFP telah menyanggah klaim keliru lainnya terkait krisis migran di Spanyol.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami