Foto-foto ini menunjukkan awan badai di Amerika dan topan yang melanda Jepang tahun 2018

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah unggahan di Facebook dan Twitter telah membagikan foto-foto yang diklaim menunjukkan Topan Hagibis yang melanda Jepang di bulan Oktober 2019. Klaim tersebut salah; salah satu foto itu adalah foto awan badai di negara bagian Delaware di Amerika Serikat, sementara foto lain menampilkan Topan Trami yang melanda Jepang di bulan September 2018.

- Unggahan menyesatkan pertama - 

Satu foto diunggah di Twitter di sini pada tanggal 11 Oktober 2019, sehari sebelum Topan Hagibis menghantam Jepang. 

Topan Hagibis melanda Jepang pada tanggal 12 Oktober 2019 malam, dan menewaskan 58 orang, menurut laporan AFP bertanggal 15 Oktober ini.

Unggahan menyesatkan itu telah dibagikan lebih dari 80 kali dan mendapat 276 like sebelum akhirnya dihapus. Foto itu menunjukkan awan badai yang tebal di atas pantai yang ramai.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Cuitan Twitter tersebut ialah: “Ngeri si, semoga tmn2 yg ada di sana selamat amin yrb #PrayForJapan”.

Foto dengan klaim yang sama juga beredar di Facebook di Filipina di sini dan telah dibagikan lebih dari 3.200 kali. 

Klaim tersebut salah: pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto yang sama telah dipublikasikan di laporan berita The Washington Post ini pada tanggal 26 Agustus 2019.

Berikut tangkapan layar laporan The Washington Post itu:

Tangkapan layar laporan The Washington Post

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, judul berita The Washington Post itu berbunyi: “‘Spektakuler dan ‘gila’: Gumpalan awan yang menakutkan menjulang di atas pantai Delaware yang terkenal.”

Terjemahan keterangan foto itu ialah: “Gumpalan awan yang sangat menakutkan mendekati Rehoboth Beach, Delaware, pada tanggal 19 Agustus.” Sementara kredit foto itu adalah Don Burdick, seorang saksi mata yang diwawancarai oleh The Washington Post.

Sebagian laporan The Washington Post itu tertulis: “Kebanyakan orang mengunjungi Rehoboth Beach, Delaware, saat musim panas untuk menikmati suasana yang meriah dan langit yang tenang. Foto Don Burdick dari Rehoboth Beach seperti menunjukkan sesuatu dari planet lain.”

“Foto yang diambil hari Senin lalu itu menyeramkan. Foto itu yang jelas menunjukkan ‘awan bergulung’ yang mengisyaratkan badai yang akan segera terjadi -- badai yang membawa angin berkecepatan 75 mil per jam di laut. Hujan es berukuran uang 50 cent dilaporkan di sisi utara Indian River Bay. Anda dapat melihat inti hujan es di sebelah kiri dalam foto Burdick.”

Foto itu diambil di jalan di sini di kota Rehoboth Beach, Delaware. Lokasinya di Google Maps bisa dilihat di bawah ini: 

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat telah memperingatkan terjadinya badai di bagian timur laut Amerika, termasuk sebagian wilayah Delaware, pada tanggal 19 Agustus 2019.

Analisis menggunakan Wolfram Alpha, perangkat online yang mengarsip data cuaca, menunjukkan bahwa Rehoboth Beach di Delaware tanggal 19 Agustus 2019 sebagian berawan dan hujan sporadis.

Berikut tangkapan layar temuan di Wolfram Alpha:

Tangkapan layar temuan di Wolfram Alpha

- Unggahan menyesatkan kedua -

Unggahan menyesatkan kedua diunggah di Twitter di sini pada tanggal 11 Oktober 2019. Unggahan itu telah dibagikan lebih dari 960 kali dan mendapat 1.400 like. 

Unggahan itu berisi dua foto: foto pertama menunjukkan penampakan badai dari luar angkasa; foto kedua menunjukkan peta Jepang dan jalur yang dilewati Topan Hagibis. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Cuitan di Twitter itu tertulis: “Malam ini, di perkirakan badai terbesar ke-2 tahun 2019 melewati wilayah Tokyo, induk dari badai yg dimulai pada kecepatan 190 km/jam.

“Topan Hagibis super adalah topan kategori 5, kecepatan angin melebihi 315 km/jam.

“Ini adalah topan terbesar di Jepang.
#SaveJapan #PrayForJapan.”

Di atas foto badai dari luar angkasa itu terdapat tulisan berbahasa Inggris yang kalau diterjemahkan berarti: “Keajaiban alam. Topan Super Hagibis akan menjangkau wilayah Tokyo dan sekitarnya malam ini 11-10-2019.”

Foto badai dari luar angkasa itu juga telah tersebar di Facebook di Filipina dengan klaim yang sama di sini dan telah dibagikan lebih dari 1.000 kali. 

Foto penampakan badai dari luar angkasa itu telah dibagikan dengan konteks yang menyesatkan; foto itu diambil dari luar angkasa saat kejadian Topan Trami di tahun 2018.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa foto itu telah diunggah di Twitter di sini tanggal 26 September 2018 oleh astronaut Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) bernama Alexander Gerst.

Seperti terlihat pada cuitan tersebut, Gerst mengunggah empat gambar, salah satunya sama dengan foto badai di unggahan menyesatkan.

Berikut tangkapan layar yang membandingkan foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang diunggah Gerst (kanan):

Perbandingan foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang diunggah Gerst (kanan)

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, cuitan Gerst itu artinya: “Seakan-akan seseorang telah mencabut steker raksasa bumi. Memandangi mata badai ganas lainnya. Topan Super Trami kategori 5 tak terhentikan dan mengarah ke Jepang dan Taiwan. Jaga keselamatan kalian di bawah sana!
#TopanTrami.”

Topan Trami melukai puluhan orang dan mengganggu transportasi di Jepang, AFP melaporkan di sini pada tanggal 1 Oktober 2018.