Foto itu menunjukkan korban perampokan di Malaysia pada tahun 2015

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Beberapa unggahan blog dan Facebook mengunggah dua foto yang menunjukkan seorang perempuan tua dengan wajah memar dan berdarah dengan klaim yang menyatakan bahwa dia dipukuli karena mencuri jagung. Klaim itu salah: foto-foto tersebut dibagikan dalam konteks yang menyesatkan dan sebenarnya menunjukkan korban perampokan di Malaysia pada tahun 2015. 

Dua foto yang menunjukkan seorang perempuan tua dengan wajah memar dan berdarah diunggah di sebuah blog di sini pada tanggal 10 Agustus 2017. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Judul artikel blog tersebut berbunyi: “Mencuri Jagung Karena Kelaparan, Seorang Nenek Dipukuli Hingga Babak Belur.” 

Tiga paragraf pertama artikel itu berbunyi: “Kisah miris kembali terjadi di negara tercinta kita Indonesia. Seorang nenek berusia 68 tahun bernama Jumiyem harus menahan sakit serta sekujur mukanya babak belur akibat dipukul setelah ketahuan mencuri 2 buah jagung di kebun dekat gubuk tempat tinggal nenek Jumiyem.

“Alasan nenek Jumiyem terpaksa mengambil 2 buah jagung karena sudah hampir 4 hari tidak makan dan tidak bisa mencari makan akibat sedang sakit. 

“‘Nenek sudah hampir 4 hari tidak makan, karena sakit nenek tidak kuat jalan dan tidak bisa mencari makan, saat nenek keluar gubuk nenek lihat ada jagung di kebun sebelah dan nenek ambil 2 biji untuk dimasak dan makan,’ ujar nenek Jumiyem.”

Foto yang sama juga diunggah di unggahan blog lainnya di sini, di sini dan di sini, dengan klaim yang sama. 

Unggahan blog itu juga dibagikan di Facebook pada tahun 2018 dan 2017 di sini dan di sini, dan telah dibagikan ribuan kali. 

Klaim itu salah: foto-foto tersebut dibagikan dalam konteks yang menyesatkan dan sebenarnya menunjukkan korban perampokan di Malaysia pada tahun 2015.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto-foto di unggahan menyesatkan tersebut diunggah di artikel blog berbahasa Malaysia ini pada tanggal 8 April 2015. 

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul artikel blog tersebut berbunyi: “Nenek tua wajahnya babak belur setelah dilukai oleh perampok di Johor… Kurang ajar sekali!!!!”  

Berikut tangkapan layar blog itu: 

Tangkapan layar blog

Berdasarkan artikel blog tersebut, perampokan itu terjadi di Bandar Baru Kangkar Pulai di Johor, negara bagian di Malaysia bagian selatan. 

Bandar Baru Kangkar Pulai adalah kawasan perumahan di kota Kangkar Pulai di Johor. Ini adalah lokasi perumahan tersebut di Google Maps. 

Kejadian itu juga dilaporkan oleh situs berita Malaysia Perak Today pada tanggal 10 April 2015 di sini. Diterjemahkan dari bahasa Malaysia ke bahasa Indonesia, judul artikel tersebut berbunyi: “Dua Perampok yang Menyerang Seorang Nenek Ditangkap.” 

Tiga paragraf pertama laporan tersebut berbunyi: “Dua tersangka yang diduga terlibat dalam perampokan dan penyerangan seorang warga lansia Zainun Baharon, 77, hari Senin lalu berhasil ditangkap oleh polisi. 

“Keduanya ditahan secara terpisah di sekitar kawasan Bandar Baru Kangkar Pulai antara pukul 7:15 pagi kemarin dulu dan 2:30 siang kemarin untuk membantu investigasi. 

“Kepala polisi Nusajaya, Superintendent Noor Hashim Mohamad, berkata bahwa tersangka yang berusia 55 dan 37 tahun itu adalah penduduk di kawasan yang dekat dengan kediaman korban.”

Laporan Perak Today juga menyertakan foto yang menunjukan petugas kepolisian Malaysia mengunjungi Zainun di rumah anaknya. 

Berikut perbandingan tangkapan layar foto di unggahan blog menyesatkan (kiri) dan foto yang dipublikasikan oleh Perak Today (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar foto di unggahan blog menyesatkan (kiri) dan foto yang dipublikasikan oleh Perak Today (kanan)

Situs berita Malaysia The Star juga melaporkan perampokan tersebut pada tanggal 9 April 2015 di sini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul laporan tersebut berbunyi: “Perempuan ditinggalkan dalam keadaan tidak sadar saat pencuri mengambil perhiasannya.”