Foto Presiden Indonesia Joko Widodo telah disunting dengan menambahkan tetesan air mata di wajahnya

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 02/10/2019 pukul 10:35
  • Diperbarui pada hari 02/10/2019 pukul 11:21
  • Waktu baca 1 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah foto menunjukkan Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo dengan air mata di wajahnya telah dibagikan di beberapa unggahan Facebook dengan klaim yang menyatakan bahwa dia meneteskan air mata ketika meninjau kebakaran hutan di provinsi Riau di bulan September 2019. Klaim itu salah; air mata tersebut telah ditambahkan ke foto asli yang diambil saat Jokowi mengunjungi Riau. 

Unggahan tertanggal 18 September 2019 ini memuat foto Jokowi dengan air mata di wajahnya. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status di unggahan tersebut berbunyi: “Terharu Saat Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Riau.” 

Berikut laporan AFP tentang kunjungan Jokowi ke area yang dilanda kebakaran hutan di Riau pada tanggal 17 September 2019. 

Foto menyesatkan tersebut juga dibagikan dengan klaim yang mirip di Facebook di sini, di sini dan di sini, di mana foto itu telah dibagikan lebih dari 120 kali, serta di Twitter di sini

Klaim itu salah: air mata telah ditambahkan ke foto asli presiden yang sedang meninjau kebakaran hutan di Riau. 

Pencarian kata kunci di Google menemukan foto yang asli diunggah di laman Facebook resmi Kementerian Sekretariat Negara di sini pada tanggal 17 September 2019. 

Unggahan kementerian tersebut memuat tiga foto termasuk versi asli dari foto yang telah disunting dan dua foto lain yang menunjukkan presiden sedang berbicara dengan wartawan. 

Keterangan foto tersebut berbunyi: “Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Upaya Pencegahan Karhutla.”  

Berikut perbandingan tangkapan layar foto yang telah disunting (kiri) di unggahan menyesatkan dan foto asli di laman Facebook kementerian (kanan) -- AFP melingkari air mata di unggahan menyesatkan. 

Image
Perbandingan foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto asli dari laman Facebook Kementerian Sekretariat Negara (kanan)

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami