Foto tanpa tanggal dari TNI memperlihatkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari Pangkalan TNI AL di Surabaya. TNI menyatakan kapal selam dengan 53 kru di dalamnya hilang kontak dengan kapal saat latihan di Bali pada tanggal 21 April 2021. (Handout / TNI / AFP)

Laporan palsu menyebarkan klaim salah bahwa Tiongkok ‘mentorpedo’ KRI Nanggala 402

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Pelbagai unggahan di TikTok dan Facebook membagikan tangkapan laporan berita dari CNN Indonesia dan Kompas.com yang seolah melaporkan bahwa Tiongkok telah “mentorpedo” KRI Nanggala 402, yang tenggelam pada bulan April 2021. Klaim ini salah: pencarian daring tidak menemukan laporan tersebut. Pemimpin redaksi kedua media tersebut menyatakan mereka tak pernah menerbitkan laporan yang dimaksud. Sampai pada tanggal 4 Mei 2021, tak ada berita kredibel bahwa Tiongkok “mentorpedo” kapal selam itu. TNI AL mengatakan mereka masih memeriksa apakah kapal tersebut mengalami mati listrik, yang mengakibatkan prosedur darurat tak bisa dijalankan.

Sebuah tangkapan layar laporan berita dengan logo CNN Indonesia muncul dalam video TikTok ini. Video yang diunggah pada tanggal 28 April 2021 itu telah ditonton hampir 220.000 kali.

Laporan itu dikatakan terbit pada tanggal 24 April 2021. 

Tangkapan layar tersebut memiliki judul: “KAPAL SELAM KRI NANGGALA 402 DI TORPEDO KAPAL SELAM CINA 093B, SAAT LAKUKAN PATROLI RUTIN DI DALAM LAUT INDONESIA”.

Tangkapan layar dari unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 30 April 2021

Sebagian artikel tersebut menyatakan: “Namun KRI Nanggala 402 ini kini hancur di Torpedo oleh Kapal Selam Cina 093B …

“Dari hasil penelusuran kami Tim Kompas, ternyata KRI Nanggala 402 telah berhadapan dengan Kapal Selam Cina 093B yang menyusup ke dalam perairan laut Indonesia. 

“Setelah kami Konfirmasi kepada Menkopolhukam, beliau mengatakan : ‘Memang benar kondisi KRI Nanggala 402 sedang berhadapan dengan Kapal Selam Cina 093B, namun itu untuk Latihan bersama.’”

Artikel tersebut juga menampilkan foto Menko Polkam Mahfud MD.

TNI mengumumkan pada tanggal 25 April 2021 bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 telah ditemukan lebih dari 800 meter di bawah permukaan laut setelah dinyatakan hilang selama empat hari, AFP melaporkan di sini. Kapal telah terbagi menjadi tiga bagian, dengan seluruh 53 kru kapal dikonfirmasi meninggal dunia.

Tangkapan layar itu juga diunggah di Facebook di sini.

Tangkapan layar lain menampilkan laporan serupa dengan logo Kompas.com dan diunggah di Facebook di sini dan di sini. Laporan tersebut memiliki tanggal terbit, paragraf dan foto yang sama dengan tangkapan layar CNN Indonesia. 

Tangkapan layar dari unggahan menyesatkan kedua, diambil pada tanggal 2 Mei 2021 

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Laporan palsu

Laporan yang konon diterbitkan CNN Indonesia dan Kompas.com itu memiliki label merah dengan kata “Eksclusive” dengan ejaan yang salah, bukannya “Eksklusif” dalam bahasa Indonesia atau “Exclusive” dalam bahasa Inggris.

CNN Indonesia mengirimkan pernyataannya ke AFP pada tanggal 30 April 2021 dan mengatakan bahwa logo mereka telah digunakan “tanpa izin” dan mereka tidak pernah memuat berita tersebut.

“Gambar tangkapan layar terlampir BUKAN DITULIS dan/atau dibuat oleh tim CNNIndonesia.com, dan tidak pernah ditampilkan di situs CNNIndonesia.com,” kata Titin Rosmasari, pemimpin redaksi CNN Indonesia, dalam pernyataan tersebut.

“CNNIndonesia.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan konteks seperti yang tercantum dalam gambar terlampir.”

Wisnu Nugroho, pemimpin redaksi Kompas.com, juga menyatakan bahwa medianya tidak pernah memuat artikel yang dimaksud.

“Secara desain halaman, ini bukan desain halaman Kompas.com meskipun menempelkan logo Kompas.com,” katanya kepada AFP dalam pesan WhatsApp pada tanggal 30 April 2021.

“Secara font type di artikel juga bukan font type Kompas.com. Penyusunan kalimat dan paragraf juga bukan style Kompas.com.” 

Laporan periksa fakta dari Kompas.com menyatakan bahwa “tangkapan layar beserta isi artikel yang tersebar adalah informasi palsu atau hoaks.”  

Pencarian daring tidak menemukan artikel yang diklaim dalam berbagai tangkapan layar tersebut.

Penjelasan TNI AL

TNI belum memberikan penjelasan resmi perihal tenggelamnya kapal selam tiba di Indonesia pada tahun 1981.

Namun TNI telah mengatakan bahwa kapal selam yang berusia puluhan tahun itu telah diperbaiki dan layak jalan, serta menepis kemungkinan terjadinya ledakan.

TNI AL menduga kapal selam itu mengalami mati listrik, yang mengakibatkan kru kapal tak bisa menjalankan prosedur darurat, seperti dilaporkan AFP di sini.