Mahasiswa di video ini pura-pura kesurupan setelah melawan polisi

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Video telah ditonton puluhan ribu kali di postingan Facebook dengan klaim seorang demonstran tewas dicekik aparat polisi. Klaim itu salah: pria tersebut bukan demonstran dan dia tidak tewas; dia berpura-pura kesurupan setelah melawan petugas polisi lalu lintas.

Unggahan bertanggal 1 Oktober 2019 ini telah ditonton lebih dari 15.000 kali dan dibagikan lebih dari 660 kali.

Video berdurasi 59 detik itu menunjukkan polisi sedang menyergap seorang pria ke tanah.

Berikut tangkapan layar video menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status unggahan Facebook menyesatkan itu tertulis: “Demonstran tewas di cekik aparat, 

“sdh minta ampun masih ditekan tulang punggung & lehernya dan tangan ditarik ke belakang hingga akhirnya tewas.

“Viralkan agar pelaku diproses sesuai hukum yg berlaku.”

Seragam polisi satuan lalu lintas dengan rompi hijau neon yang sama bisa dilihat dipakai anggota polisi satlantas lain di sini di akun Instagram resmi Divisi Humas Polri.

Video yang sama juga telah dibagikan di sini dengan klaim yang sama, juga di sini, di mana klip itu telah ditonton lebih dari 92.000 kali sebelum akhirnya dihapus.

Ribuan mahasiswa di berbagai kota di Indonesia turun ke jalan selama beberapa hari di bulan September untuk memprotes sejumlah RUU dan undang-undang kontroversial; demonstrasi di sejumlah daerah berakhir ricuh antara demonstran dan polisi. Ini laporan AFP bertanggal 24 September 2019 tentang unjuk rasa tersebut.

Klaim di unggahan Facebook tersebut salah: pria itu tidak tewas; dia berpura-pura kesurupan setelah melawan anggota polisi lalu lintas yang memintanya pindah jalur jalan.

Pencarian dengan kata kunci tertentu di Google menemukan berita video bertanggal 16 September 2019 ini yang diunggah di saluran YouTube GTV tentang mahasiswa yang melawan petugas polisi lalu lintas saat diminta berganti lajur di jalan raya.

Tulisan di video itu menunjukkan bahwa percekcokan antara mahasiswa dan polisi itu terjadi di Pontianak, provinsi Kalimantan Barat, pada tanggal 16 September 2019.

Video berita berdurasi 1 menit 45 detik itu berjudul: “Tak Terima Ditilang, Mahasiswa Tiba-tiba Ngomel Sendiri.”

Pada detik ke-48 di berita video, pembaca berita mengatakan: “Menurut polisi, sebelum bertindak aneh, mahasiswa ini tidak terima saat diminta kepolisian untuk mengambil jalur kanan dikarenakan jalur kiri mengalami kemacetan akibat ratusan truk diparkir di pinggir jalan saat aksi unjuk rasa sopir truk. Namun usai diminta mahasiswa ini tidak terima dan langsung menarik baju petugas. Diduga karena takut dianggap melawan petugas, mahasiswa ini langsung pura-pura kesurupan.”

Jaket almamater mahasiswa itu terlihat sama dengan almamater kampus Universitas Tanjungpura di Pontianak yang bisa dilihat di sini di laman Facebook BEM Universitas Tanjungpura.

Berikut tangkapan layar yang membandingkan video menyesatkan (kiri) dan laporan berita GTV (kanan); AFP telah melingkari merah bagian-bagian yang penting:

Perbandingan antara video menyesatkan (kiri) dan berita video GTV (kanan)

Pada detik ke-36, petugas kepolisian terlihat beramai-ramai mengangkat mahasiswa itu dan membawanya ke kantor polisi terdekat untuk dimintai keterangan. 

Pada menit ke-1:07, mahasiswa itu terlihat berbicara dengan seorang polisi setelah dia dibawa ke kantor polisi. Berikut tangkapan layar yang menunjukkan detik saat mahasiswa itu berbicara dengan anggota polisi:

Mahasiswa berbicara dengan anggota polisi di video GTV

Kejadian itu juga telah diliput oleh iNews di laporan bertanggal 20 September 2019 ini.

Video berita iNews itu berjudul: “Mahasiswa Pura-Pura Kesurupan Usai Melawan Polisi.”