Tidak, video ini tidak menunjukkan dukungan SBY kepada Jokowi

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video klip menunjukkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang menyampaikan dukungannya kepada petahana Joko "Jokowi" Widodo di pemilihan presiden 2019. Unggahan itu telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook. Video itu telah dimanipulasi dari sebuah rekaman asli Yudhoyono mendukung satu calon kepala daerah tahun 2018. 

Salah satu unggahan yang memuat video itu adalah postingan 20 Februari 2019 ini. Di situ, video klip terkait telah ditonton lebih dari 440.000 kali dan dibagikan lebih dari 12.000 kali.

Keterangan postingan itu berujar: "Siap pilih nomor satu!"

Nomor urut Jokowi dan calon wakil presidennya Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 adalah 1. Prabowo Subianto, rival Jokowi, mendapat nomor urut 2.

Rilis resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) ihwal nomor urut kedua pasangan calon bisa dibaca di sini.

Di video Facebook di atas, SBY, nama panggilan Yudhoyono, terlihat menyampaikan dukungannya kepada Jokowi pada detik 0:06.

Pada detik 0:08, SBY terlihat mengangkat jari telunjuknya sembari berujar, "Saya mendukung penuh pasangan nomor satu".

Mengangkat satu jari acap digunakan sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi. Laporan Detik.com ini memberitakan pendukung mantan walikota Solo itu berpose salam satu jari. 

Tangkapan layar unggahan Facebook yang menunjukkan SBY dengan pose satu jari

Video kemudian berganti menunjukkan klip-klip Jokowi, namun suara SBY tetap melatari.

Pertama, Jokowi terlihat menyapa sekelompok orang, kemudian gambar lain menunjukkan mantan gubernur Jakarta itu berjalan beriring dengan Ma'ruf.

Ucapan SBY di dalam video Facebook tersebut adalah: "Saya mendukung penuh pasangan nomor satu, karena pasangan inilah yang paling baik dan yang paling mampu untuk memimpin lima tahun mendatang. Saya senang dengan tekadnya untuk memimpin dengan adil. Saya mendengar, ada perlakuan yang tidak baik terhadap pasangan ini. Tetaplah tegar. Pastilah Tuhan akan melindungi dan rakyat akan membela."

Di akhir video, terlihat sebuah poster dengan wajah Jokowi, Ma'ruf dan SBY. Selain itu, ada pula logo Partai Demokrat yang dipimpin SBY dan sebuah teks bertulisan: "DUKUNG NOMOR SATU."

Tangkapan layar bagian penghujung video palsu yang menunjukkan poster tersebut

Hasil penelusuran AFP lewat alat verifikasi digital InVid, video tersebut adalah hasil manipulasi. 

Rekaman asli dapat dilihat di unggahan 24 Juni 2018 di halaman Facebook Partai Demokrat ini. Video asli menunjukkan SBY sedang menyampaikan dukungan kepada pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah -- alias Eramas, singkatan nama kedua calon tersebut -- di pemilihan gubernur Sumatera Utara 2018. 

Di video asli, SBY berucap, "Saya mendukung penuh pasangan nomor satu, Eramas, karena pasangan inilah yang paling baik dan yang paling mampu untuk memimpin dan memajukan Sumatera Utara lima tahun mendatang. Saya senang dengan tekadnya untuk memimpin dengan adil dan untuk memajukan kesejahteraan seluruh masyarakat di provinsi ini. Saya mendengar, ada perlakuan yang tidak baik terhadap pasangan ini. Tetaplah tegar. Pastilah Tuhan akan melindungi dan rakyat akan membela."

Menjadi jelas bahwa video palsu telah memenggal kata-kata "Eramas" dan "memajukan Sumatera Utara" yang terdengar di pidato asli SBY. 

Hasil penelusuran AFP juga menemukan klip lain dalam video palsu,  yang menunjukkan Jokowi berjalan bersama Ma'ruf, sebenarnya menggambarkan sebuah acara keagamaan Muslim di Istana Presiden di Jakarta.

Pada detik 0:17 di video palsu, Jokowi terlihat berjalan beriringan dengan Ma'ruf, diikuti oleh sekelompok orang berpakaian putih.

Adegan tersebut mirip dengan beberapa liputan televisi terkait acara yang terjadi bulan Agustus 2018 tersebut. Contohnya: laporan Kompas TV ini, laporan Detik.com ini, dan laporan Global TV ini.

Di bawah ini adalah gambar-gambar pembanding antara video rekaan dengan klip-klip laporan berita tersebut:

Tangkapan-tangkapan layar pembanding video palsu dengan laporan Kompas TV, Detik.com, dan Global TV

Beberapa hal terlihat sama di video palsu di Facebook dan liputan-liputan media di atas. Di antaranya, Jokowi mengenakan pakaian putih, jas hitam dan kopiah, sedangkan Ma'ruf memakai pakaian serba putih, termasuk sebuah syal yang mengalungi bahunya dan sabuk hitam. Sekelompok orang berpakaian putih-putih serta berpeci hitam dan putih terlihat berjalan di belakang kedua politikus tersebut. Tirai berwarna gelap di sisi kanan dan kiri pilar juga bisa dilihat di kedua versi video.

SBY, presiden Indonesia periode 2004-2014, sejatinya adalah salah satu pendukung utama pencalonan Prabowo di Pilpres 2019. Partai Demokrat sendiri bagian dari koalisi partai politik yang mendukung capres Prabowo. Berita The Jakarta Post ini melaporkan ihwal kesepakatan politik tersebut. 

AFP menerbitkan versi bahasa Inggris pemeriksaan fakta ini pada tanggal 25 Februari 2019. Dalam versi bahasa Indonesia ini, kami memberikan update berapa kali video di postingan Facebook yang menyesatkan sudah ditonton.