Tidak, video ini tidak menunjukkan Kapolri memberikan perintah untuk menembak masyarakat

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Video yang telah ditonton puluhan ribuan kali di berbagai postingan media sosial diklaim menunjukkan Kapolri Jendral Polisi Muhammad Tito Karnavian memberikan perintah untuk menembak masyarakat umum. Klaim itu salah: rekaman gambar itu telah diedit dari video asli yang sejatinya menunjukkan Tito memerintahkan polisi untuk menembak perampok sadis.

Postingan Facebook tertanggal 22 Mei ini, yang telah ditonton lebih dari 43,000 kali, mengunggah video pendek yang menampilkan Tito berbicara dengan anggota polisi.

Ini adalah utasan ke situs resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang menyebutkan jabatan Tito.

Keterangan di postingan yang menyesatkan itu berbunyi:
“Pak menteri menutup jejaring medsos agr masyarakat tdk trpengaruh dg berita hoax., pdahal yg sbenarnya agr masyarakat tdk tau ap tragedi hari ini tgl 22 mei 2019.
Pernyataan yg mngejutkan dri seorang Jendral : 'masyarakat boleh ditembak'
Apa salah masyarakat pak Jendral kok mau ditembak.....????!!!!”

Berikut adalah tangkapan layar postingan yang menyesatkan itu:

Tangkapan layar postingan yang menyesatkan

“Tragedi” di postingan Facebook itu merujuk pada kerusuhan dan bentrokan antara polisi dan pendukung capres Prabowo Subianto pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal. Ini laporan AFP tentang peristiwa tersebut.

Di dalam video dengan masa durasi 9 detik itu, Tito terlihat berbicara dengan seorang anggota polisi. 

Tito: Masyarakat boleh nggak ditembak?
Polisi: Siap, boleh, Jendral!
Karnavian: Sip!
Polisi: Siap. 

Video yang menyesatkan itu juga diunggah di Facebook di sini, dan di Twitter di sini

AFP memakai Yandex untuk melakukan pencarian reverse image menggunakan gambar dari klip video Facebook tersebut dan menemukan versi ini yang diunggah di YouTube pada tanggal 19 Mei 2019.

Judul YouTube video itu berbunyi: “Kapolri Isyaratkan Tembak Ditempat Geng Motor Atau Gengster.”

Geng motor merujuk kepada perampok sadis yang beroperasi dengan sepeda motor. Ini laporan harian The Jakarta Post tentang hal tersebut.

Keterangan di video YouTube itu berbunyi:
“Geng dalam aksinya membaw senjata tajam seperti parang.  Omongan kapolri di video ini isyaratkan tembak ditempat orang bawa parang yang identik dengan geng motor.
video ini sebelumnya diunggah Herry Potlot di grup FB BERITA SEKITAR KARAWANG.”

Video asli di Facebook, diunggah tanggal 16 Mei 2018, bisa dilihat di sini, dengan keterangan: “Lg rame gangster. Ini tindakan polisi..”

Kedua video YouTube dan Facebook itu berdurasi 15 detik.

Berikut adalah percakapan Tito dengan anggota Polri seperti yang terdengar di video aslinya:

Tito: Saya mau tanya, kalau di lapangan tiba-tiba ada orang bawa parang mau membunuh masyarakat, boleh nggak ditembak?
Polisi: Siap, boleh, Jendral!
Tito: Sip!
Polisi: Siap.