UNESCO menyangkal menyatakan Islam sebagai ‘agama paling damai’; klaim itu asalnya dari situs satire

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 19/07/2019 pukul 08:15
  • Diperbarui pada hari 21/08/2019 pukul 06:36
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Berbagai klaim di media sosial menyebutkan, UNESCO -- badan pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) -- telah menyatakan Islam sebagai “agama paling damai di dunia”. Klaim itu salah. UNESCO telah menyangkal membuat pernyataan demikian. Selain itu, klaim itu berasal dari sebuah situs satire.  

Kabar tersebut terdapat di unggahan-unggahan media sosial dari berbagai negara, termasuk postingan di laman Facebook di Filipina tertanggal 8 Juli 2019 ini

Klaim itu juga muncul di sejumlah unggahan Facebook di Indonesia dengan klaim yang sama. Salah satunya postingan tertanggal 28 April 2019 ini

Berikut adalah tangkapan layar unggahan Facebook dari Indonesia tersebut: 

Image
Unggahan Facebook yang menyesatkan

Keterangan postingan Facebook itu berbunyi: 
“Badan PBB yang menangani Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan/UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Islam adalah agama paling damai di dunia (Islam is the most peaceful religion of the world)
Pernyataan Unesco itu disampaikan pada hari Senin (04/07/2016).”  

Postingan itu juga menyertakan sebuah gambar yang diklaim sebagai “SERTIFIKAT DAMAI”  dengan tanda tangan direktur jenderal UNESCO Irina Bokova terlihat di bawah kanan gambar.

Klaim tersebut tersebar pula ribuan kali di unggahan Facebook asal Nigeria, India dan Swedia. AFP menemukan pula klaim tersebut di Twitter, di cuitan ini.

Beberapa unggahan di atas menyertakan tautan dari sebuah situs satire bernama Junta Ka Reporter, bisa diakses di sini. Di tautan itu ada tulisan yang sejenis dengan yang terlihat di unggahan-unggahan di atas, dan juga gambar “Sertifikat Damai”. 

Klaim tersebut nyatanya salah.

UNESCO telah menyangkal badan tersebut menyatakan Islam sebagai “agama paling damai di dunia”.

Pada tanggal 11 Juli 2016, UNESCO menerbitkan pernyataan ini untuk menepis kabar sesat tersebut.

“Pernyataan ini dibuat untuk menanggapi tuduhan-tuduhan belakangan ini, yang dimuat di situs juntakareporter dan mengutip sesuatu yang diduga sebagai pernyataan dan sertifikat dari UNESCO yang menyatakan ‘Islam sebagai agama paling damai di dunia’. Pernyataan di atas tidak pernah dibuat oleh Organisasi dan sertifikat yang dibuat di situs ini adalah palsu. Situs yang menerbitkan informasi ini adalah sebuah media satire.

“UNESCO tidak pernah memiliki hubungan resmi dengan badan yang disebut sebagai ‘International Peace Foundation’, dan tidak pernah mendukung pernyataan sejenis atau mengeluarkan sertifikat seperti itu.”

Di bawah ini adalah tangkapan layar dari pernyataan UNESCO:

Image
Tangkapan layar dari pernyataan UNESCO

Dengan menggunakan kata kunci “Islam is the most peaceful religion of the world,” AFP mencoba mencari berita tersebut di situs resmi UNESCO. Hasil teratas adalah pernyataan yang menepis kabar bohong tersebut. Tidak ada hasil yang menunjukkan pernyataan deklarasinya.

Junta Ka Reporter menuliskan di situsnya di sini bahwa isinya adalah satire.

Pemberitahuan di situs itu, diterjemahkan dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia, berbunyi, “Anda benar-benar mempercayai omong kosong ini sebagai kenyataan? Sebelum anda menggugat kami, jangan menyakiti kecerdasan anda dan sadarilah, ini adalah situs satire. Segala yang diterbitkan di sini adalah bualan semata. Tapi jika anda masih dibodohi dan tersinggung, kami hanya bisa kasihan.”

Berikut tangkapan layar laman pemberitahuan di situs Junta Ka Reporter:

Image
Tangkapan layar dari situs Junta Ka Reporter

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami