Video ini adalah simulasi komputer yang dibuat oleh pengguna YouTube pada tahun 2015

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton lebih dari sejuta kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan video itu menunjukkan pertunjukan kembang api yang dimaksudkan untuk Olimpiade 2020 Tokyo yang telah dibatalkan. Klaim itu salah: video tersebut adalah simulasi komputer yang dibuat pada tahun 2015 oleh pengguna YouTube. 

Video ini dibagikan di Twitter pada tanggal 14 Agustus 2020 dan telah ditonton lebih dari 9.700 kali dan diciutkan ulang lebih dari 300 kali. 

Video berdurasi dua menit dan 19 detik ini menampilkan kembang api yang meledak dengan latar Gunung Fuji di Jepang. Musik “William Tell Overture”, yang diciptakan komposer Gioachino Rossini, dapat didengar mengiringi pertunjukkan kembang api tersebut. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 27 Agustus 2020

Cuitan itu berbunyi: “Kembang api telah disiapkan oleh Tokyo untuk upacara pembukaan Olimpiade tahun ini. Namun, olimpiade tidak dapat diselenggarakan karena wabah, dan kembang api ini tidak dapat bertahan hingga tahun 2021. Terpaksa, kembang api Olimpiade Tokyo ditampilkan saat ini.”

Pada tanggal 30 Maret 2020, penyelenggara Olimpiade Tokyo memutuskan untuk menunda kejuaraan olahraga tersebut sampai 23 Juli 2021 karena pandemi virus corona, AFP melaporkan di sini

Video yang sama dengan klaim yang mirip telah ditonton lebih dari 9.600 kali sejak dibagikan di Facebook di sini, di sini, di sini, di sini; di Twitter di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini.

Video itu telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali setelah muncul dengan klaim dalam bahasa Inggris di sini dan di sini, dalam bahasa Jepang di sini, serta dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Video simulasi

Pencarian gambar terbalik dan pencarian kata kunci di Google menemukan video yang sama telah diunggah di YouTube di sini pada tanggal 1 Desember 2015 oleh pengguna hiramu55bocaboca, yang secara teratur mengunggah video terkait kembang api.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “FWsim Pertunjukan Kembang Api Sinkronisasi Gunung Fuji2”.

Keterangan video dalam bahasa Jepang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Sebuah pekerjaan baru setelah hampir setahun. Seperti karya yang terakhir, saya mendasarinya pada imajinasi fantasi, seperti ‘Kami mengadakan festival kembang api besar di musim dingin di Danau Kawaguchi dengan kerja sama penuh dari Asosiasi Perikanan Danau Kawaguchi untuk merayakan pengakuan Gn.Fuji sebagai situs Warisan Dunia.’ Jadi latar belakangnya adalah Danau Kawaguchi. Kemampuan saya sebagai sutradara belum berkembang bahkan dibandingkan dengan tahun lalu. Namun berkat alat luar biasa yang dikembangkan oleh Tn. Anonim, kualitas peluru telah meningkat pesat! Silakan rasakan kekuatan penghancuran peluru yang mematikan. Kali ini juga saya menyertakan pantulan di permukaan danau! Yah, bagaimanapun, dengan lagu-lagu bertempo cepat, itu benar-benar membunuh Tuan Fuji di latar belakang, bukan ^^; Bukankah itu keputusan yang bagus?”

Berkut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Menanggapi unggahan yang menyesatkan tersebut, pengguna YouTube hiramu55bocaboca mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 17 Agustus 2020: “Ini bukan kembang api yang sebenarnya.”

Pengguna YouTube yang mengatakan namanya adalah Hisashi Kinoshita juga menjelaskan dia menggunakan perangkat lunak simulasi FWsim, yang “dapat mendesain bola kembang api dan menggabungkannya untuk merancang pertunjukan kembang api ... Gambar di latar belakang juga dapat diubah, jadi saya menggunakan Gunung Fuji di Jepang sebagai latar belakang.” 

Pertunjukan kembang api

Jepang menggelar beberapa pertunjukan kembang api di seluruh negeri pada tanggal 1 Juni 2020 “untuk menghibur publik, meminta para dewa untuk mengakhiri pandemi virus corona dan memberikan latihan bagi para pengrajin kembang api”, seperti dilansir oleh AFP di sini.