Video ini memperlihatkan umat Islam salat di depan Hagia Sophia di tahun 2014

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton puluhan ribu kali di berbagai postingan Facebook dan YouTube dengan klaim yang menyatakan video itu menunjukkan orang-orang yang sedang salat subuh di Hagia Sophia setelah museum tersebut dibuka sebagai masjid di bulan Juli 2020. Klaim itu salah: video itu sebenarnya memperlihatkan muslim yang sedang salat di depan Hagia Sophia pada bulan Mei 2014. 

Rekaman video berdurasi tiga menit delapan detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 22 Juli 2020 dan telah ditonton lebih dari 120 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “🇹🇷 Semenjak di buka, Sholat Subuh di Hagia Sophia...Inilah yg ditakuti para kafeer jika Jama'ah Sholat Subuh banyaknya spt halnya Sholat Jum'at.....”  

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 29 Juli 2020

Hagia Sophia, yang juga dikenal dengan nama Ayasofya, terletak di Istanbul. 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada tanggal 10 Juli 2020, bahwa Hagia Sophia akan dibuka kembali sebagai masjid setelah salah satu pengadilan tinggi negara mencabut status monumen Bizantium abad keenam itu sebagai museum, AFP melaporkan di sini.

Video yang sama juga dibagikan dengan klaim serupa di sini, di sini, di sini dan di sini, di mana video tersebut telah ditonton 42.000 kali; serta di YouTube di sini dan di sini

Video yang sama juga dibagikan dengan klaim yang mirip dalam bahasa Malaysia di sini dan di sini.

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Pencarian gambar terbalik diikuti oleh pencarian kata kunci di Google, menemukan video yang sama sebelumnya diunggah di YouTube di sini pada tanggal 31 Mei 2014.

Diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: “Untuk pertama kalinya dalam 79 tahun ... Ribuan warga Turki melaksanakan salat subuh (Fajar) di Ayasofya di Istanbul 31/5-2014.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara adegan-adegan di video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara adegan-adegan di video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Hurriyet Daily News, harian berbahasa Inggris di Turki, menerbitkan laporan ini pada hari yang sama yang judulnya jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Kelompok muslim salat di depan Hagia Sophia.”

Dua paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Sekelompok besar orang yang menuntut monumen Hagia Sophia di Istanbul untuk diubah kembali menjadi masjid berkumpul di depan museum dini hari pada tanggal 31 Mei, sebelum melaksanakan salat subuh di sana. 

“Asosiasi Pemuda Anatolia (AGD) telah membuat himbauan untuk acara tersebut ketika beberapa kelompok radikal telah berdiskusi membahas status museum itu.” 

Media berita Turki lainnya, seperti Anadolu Agency dan Haberler, juga melaporkan acara tersebut pada tanggal 31 Mei 2014.

Pada tanggal 24 Juli 2020, Erdogan memimpin salat pertama di Hagia Sophia setelah bangunan itu diubah kembali menjadi masjid, AFP melaporkan di sini