Pria yang berdiri di dekat Soekarno itu adalah jurnalis Indonesia keturunan Arab bernama Asad Shahab, bukan ayah Rizieq Shihab

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 28/07/2020 pukul 11:50
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah foto yang memperlihatkan Soekarno dan beberapa orang pria berdiri sejajar dan diklaim salah seorang pria tersebut adalah ayah dari pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Klaim tersebut salah: pria yang dimaksud tersebut adalah jurnalis Indonesia keturunan Arab bernama M. Asad Shahab, yang membantu menyebarkan berita tentang kemerdekaan Indonesia di negara-negara Arab; sedangkan ayah Rizieq Shihab bernama Hussein Shihab.

Foto itu telah dibagikan lebih dari 1.100 kali sejak diunggah di Twitter pada tanggal 8 Desember 2019.

Foto tersebut memperlihatkan presiden Indonesia pertama, Soekarno, berdiri sejajar dengan tiga pria lainnya.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 27 Juli 2020

Status yang menyertai foto tersebut tertulis: “‘INGAT SEJARAH BIAR TIDAK DI TIPU MEREKA’

“Yg di lingkaran Warna biru adalah Habib Husen Bin Syihab ayahanda dari Habib Riziq Syihab yg membantu memproklamatorkan kemerdekaan NKRI untuk memperoleh pengakuan Kedaulatan dari Negara-negara Arab (Timur Tengah).”

“Riziq Syihab”, atau Rizieq Shihab, adalah pemimpin Front Pembela Islam (FPI). Rizieq, yang sempat menjadi tersangka kasus pornografi dan penghinaan terhadap ideologi negara, tinggal di Arab Saudi sejak tahun 2017. 

Foto yang sama juga telah dibagikan lebih dari 1.200 kali setelah diunggah di Twitter di sini, di sini, di sini dan di sini; juga di Facebook di sini.

Klaim tersebut salah; pria yang dimaksud adalah jurnalis Indonesia keturunan Arab bernama M. Asad Shahab, bukan ayah Rizieq.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa foto tersebut sebelumnya pernah dimuat di buku biografi Asad Shahab yang ditulis sendiri oleh anak bungsunya yang bernama A.M Shahab di tahun 2016. Judul buku biografi tersebut adalah: “Sang Penyebar Berita Proklamasi RI: Perjuangan M. Asad Shahab & Arabian Press Board.”

AFP telah memperoleh buku biografi Asad tersebut. Foto pada unggahan menyesatkan bisa ditemukan pada halaman 192 seperti terlihat pada tangkapan layar di bawah ini:

Image
Foto halaman 192 buku biografi Asad Shahab

Keterangan foto tertulis: “Presiden Soekarno Bersama M. Asad Shahab dan Pemimpin APB Lainnya”.

Foto yang sama juga diunggah dalam laporan berita tentang Asad bertanggal 14 Mei 2018 ini di majalah sejarah Historia.id.

Keterangan foto berbunyi: “M. Asad Shahab (kiri) bersama Presiden Sukarno dan pimpinan APB lainnya. Sumber: Repro buku ‘Sang Penyebar Berita Proklamasi RI’”.

“APB” dalam keterangan foto itu merujuk pada “Arabian Press Board”, lembaga pers yang didirikan oleh Asad pada tanggal 2 September 1945, dua minggu setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, menurut buku biografi tersebut. Buku itu juga menyebut Asad wafat pada tahun 2011 dalam usia 90 tahun.

Berikut tangkapan layar perbandingan antara unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dalam buku biografi Asad (kanan):

Image
Perbandingan antara unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dalam buku biografi Asad (kanan)

Nama keempat anak Asad tertulis di halaman 359 buku biografi, yakni: Ahmad Shahab, Aminah, Omniyah and A.M Shahab.

Berikut adalah foto halaman buku dengan informasi mengenai anak-anak Asad:

Image
Foto halaman 359 buku biografi Asad Shahab

Sedangkan ayah Rizieq bernama Hussein Shihab, yang wafat tahun 1966, menurut sejumlah laporan berita termasuk Merdeka.com, Tribunnews.com dan Viva.co.id.

Laporan berita Republika ini memuat foto lama ayah Rizieq, dengan keterangan gambar: “Habib Husein Shihab (memakai jas) saat menghadiri Maulid Nabi di Majelis Habib Kwitang.”

Berikut tangkapan layar yang menunjukkan Husein Shihab di situs Republika:

Image
Tangkapan layar yang menunjukkan Husein Shihab di situs Republika

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami