Video ini menampilkan seorang wanita yang panik di atas pesawat Cayman Airways

Video telah ditonton jutaan kali dalam unggahan Facebook yang mengklaim seorang wanita di atas pesawat itu dimasuki Roh Kudus dan kemudian menyelamatkan penumpang pesawat dari bencana. Klaim tersebut salah; video itu menampilkan seorang wanita itu yang panik di atas pesawat Cayman Airways setelah mesin diperbaiki dan pesawat siap diterbangkan.

Video Facebook ini telah ditonton lebih dari 49.000 kali sejak diunggah tanggal 12 September 2019.

Tayangan video berdurasi 40 detik itu menunjukkan seorang penumpang wanita meloncat-loncat sambil berteriak-teriak di dalam pesawat sementara beberapa petugas terlihat berusaha menenangkannya.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status Facebook menyesatkan itu tertulis: “mereka harus mengeluarkan wanita itu dari pesawat.

“Seorang wanita tersentuh oleh kuasa roh kudus . pagi ini tepat.setelah naik ke pesawat dr Dubai ke jamaika.dia terus melompat n berteriak.Yesus! Yesus! Yesus.! Penerbangan di tunda 2 jam.. mereka harus membawa wanita itu turun dr pesawat. Tepat setelah itu. Kapten penerbangan n memperhatikan,bahwa pesawat itu ternyata memiliki masalah mesin yg serius! Kapten mendapat informasi dari orang yg melihat beberapa asap n percikan listrik,. pada salah satu mesin. Kapten kemudian mengakui..bahwa jika wanita itu tidak menahan.. dengan perlakunya, mereka bisa terbang dengan mesin yg bermasalah di udara.... mungkin meledak, menyebabkan mereka hancur... Saya percaya wanita itu adalah diutus Tuhan untuk menyelamatkan dari bencana yg mengerikan.

“Terima kasih Tuhan, Tuhan telah menyelamatkan semua penumpang ..hanya karena ketaatan seorang wanita ...puji Tuhan…”

Video dan klaim yang mirip juga dibagikan di unggahan lain di Facebook di sini, di sini dan di sini; juga di YouTube di sini dan di sini.

Video yang sama juga dibagikan dengan klaim yang serupa dalam bahasa Inggris di sini di mana tayangannya telah ditonton lebih dari 9 juta kali.

Video wanita itu juga telah dibagikan di Facebook di Malaysia dalam bahasa Cina, di mana tayangannya digabung dengan gambar pesawat yang sedang terbakar, misalnya di sini, di sini dan di sini, dengan klaim yang mirip. 

Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan seorang wanita yang panik di atas pesawat Cayman Airways setelah mesin diperbaiki dan pesawat siap diterbangkan. 

Pencarian gambar terbalik menggunakan salah satu tayangan video menemukan berita ini dipublikasikan di situs media Cayman27 tanggal 23 Oktober 2017.

Berita itu menyebutkan seorang penumpang wanita yang panik dikeluarkan dari pesawat yang akan berangkat dari Grand Cayman menuju Jamaika. 

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, paragraf pertama berita itu tertulis: “Seorang wanita dikeluarkan dari dalam pesawat Cayman Airways pagi ini (23 Oktober) setelah dia berperilaku tidak jelas sehingga membuat penerbangan tertunda selama 73 menit.”

Pencarian kata kunci di Google menemukan video yang sama diunggah di Facebook di sini tanggal 24 Oktober 2017.

Status video yang mengunggah video itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “Jadi ini yang terjadi dalam penerbangan Cayman Airways Ltd ke Kingston hari ini setelah mesin sebelah kanan pesawat Boeing 737-300 itu mengalami kegagalan saat akan tinggal landas. Wanita itu dikeluarkan dari pesawat. Saya menduga dia ketakutan.”

Berikut perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Facebook yang diunggah bulan Oktober 2017 itu (kanan):

Perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Facebook bulan Oktober 2017 (kanan)

Cayman Airways telah mengeluarkan pernyataan resmi tentang kejadian tanggal 23 Oktober 2017 itu di situs resminya di sini.

Dua paragraf awal pada pernyataan itu tertulis: “Cayman Airways dapat mengkonfirmasi bahwa video yang sedang beredar di media sosial diambil pada 23 Oktober 2017 oleh seorang penumpang di dalam pesawat Cayman Airways KX620 yang akan bertolak ke Jamaika, saat pesawat masih di darat di Bandara Internasional Owen Roberts (ORIA) di Grand Cayman.

“Saat itu pesawat sedang terparkir dan semua penumpang telah berada di pesawat, tetapi pintu kabin utama masih terbuka saat masalah perbaikan kecil sedang diselesaikan sebelum keberangkatan. Tak lama setelah Kapten mengumumkan bahwa pekerjaan perbaikan telah selesai dan bahwa pesawat akan segera diterbangkan, seorang penumpang wanita berdiri dari tempat duduknya dan mulai berteriak dan meloncat-loncat seperti yang dapat dilihat dalam video.”

Pencarian gambar terbalik menggunakan tampilan video kedua, yakni klip pesawat terbakar seperti terlihat dalam unggahan Facebook berbahasa Cina, menemukan artikel berita Reuters ini dipublikasikan tanggal 29 Oktober 2016 di situs koran Inggris The Guardian.

Artikel itu memberitakan tentang insiden api di pesawat American Airlines di Bandara Internasional O’Hare di Chicago.

Berikut tangkapan layar laporan itu:

Tangkapan layar laporan The Guardian

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul berita The Guardian itu berbunyi: “Kebakaran mesin pesawat memicu penyelidikan di bandara O’Hare Chicago.”

Paragraf pertama artikel berita itu tertulis: “Para penyidik memeriksa Bandara Internasional O’Hare Chicago pada hari Sabtu setelah insiden terbakarnya mesin pesawat American Airlines pada saat akan mengudara pada hari Jumat, setelah salah satu sumber mengatakan bagian mesin yang terpisah telah menghantam bangunan di bandara itu, insiden yang seharusnya bisa dihindari oleh desainnya itu.”

Pencarian video di artikel berita itu dengan menggunakan kata kunci tertentu berhasil menemukan video ini yang diunggah di Twitter tanggal 29 Oktober 2016.

Pengguna Twitter yang mengunggah video itu membagikan klip lain tentang insiden yang sama, dan mengatakan di sini bahwa ayahnyalah yang telah mengabadikan klip-klip video itu.

Tayangan lengkap kejadian itu telah diunggah di YouTube di sini pada tanggal 23 April 2018.

Terjemahan keterangan video itu adalah: “Penumpang menyelamatkan diri dari pesawat yang terbakar di landasan pacu Bandara Internasional O’Hare pada tanggal 28 Oktober 2016. (Video oleh Jose Castillo).”

Berikut tangkapan layar yang membandingkan tayangan pesawat terbakar di unggahan Facebook berbahasa Cina (kiri) dengan video YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar tayangan pesawat terbakar di unggahan Facebook berbahasa Cina (kiri) dengan video YouTube (kanan)

American Airlines telah menerbitkan serangkaian pernyataan resmi tentang kejadian itu di situs resminya antara tanggal 28 dan 29 Oktober 2016.

Perusahaan maskapai penerbangan itu dalam rilisnya mengatakan: “Penerbangan American Airlines 383, menggunakan pesawat Boeing 767 yang seyogyanya bertolak ke Miami (MIA), batal lepas landas dari bandara O’Hare Chicago (ORD) dikarenakan adanya masalah mesin. Semua penumpang dan kru yang masing-masing berjumlah 161 dan 9 orang diturunkan dari pesawat dan bus dikerahkan untuk membawa penumpang dan kru tersebut ke dalam terminal.

“Kami terus membantu Badan Keselamatan Transportasi Nasional dalam penyidikan insiden penerbangan 383 ini. 23 penumpang dan 1 orang awak kabin dilaporkan mengalami luka ringan kemarin. Semua penumpang kami yang dibawa di sejumlah rumah sakit telah dirawat dan dipulangkan tadi malam. Kami terus bekerjasama dengan pelanggan kami untuk memberikan bantuan yang mereka perlukan saat mereka terus menggunakan layanan kami dalam bepergian.”

American Airlines kemudian menerbitkan rilis pers ini pada tanggal 30 Januari 2018, setelah penyidikan tentang penyebab munculnya api di mesin pesawat itu selesai dilakukan.

Terjemahan paragraf pertama rilis pers itu adalah: “Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) bertemu pada hari ini untuk menentukan kemungkinan penyebab kegagalan mesin yang tak terhindarkan pada penerbangan American Airlines 383 di ORD pada tanggal 28 Oktober 2016. Pesawat Boeing 767-300 yang seyogyanya bertolak ke MIA mengalami kegagalan mesin yang tak terhindarkan dalam proses persiapan tinggal landas, yang menyebabkan terjadinya kebakaran dan evakuasi semua 170 penumpang dan anggota kru di dalam pesawat.”