
Foto-foto itu menunjukkan pria Iran yang dieksekusi karena membunuh seorang hakim
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 28/10/2019 pukul 06:25
- Diperbarui pada hari 29/10/2019 pukul 03:30
- Waktu baca 4 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Foto gabungan itu terdiri dari dua gambar yang diunggah di Facebook pada tanggal 17 Juli 2019 di sini. Postingan tersebut telah dibagikan lebih dari 61.000 kali.
Status unggahan itu berbunyi: “Terima kasih telah membantu Palestina, semoga amal dan ibadah diterima di sisi Allah.”
Teks yang tertera pada foto berbunyi: “Hamza Dalj asal Aljazair, merupakan salah satu ‘hacker’ yang amat ditakuti dunia, kini ia mendapatkan hukuman mati setelah membobol 217 bank di israel untuk disumbangkan ke warga Palestina.”
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Hamza bin Dalaj, juga dikenal sebagai Hamza Bendelladj, adalah seorang peretas komputer asal Aljazair.
Menurut rilis media FBI tahun 2013 ini, Bendelladj menerima 23 dakwaan dari juri federal di Atlanta, Amerika Serikat, termasuk bersekongkol untuk melakukan penipuan komputer, kawat dan bank.
Foto dan klaim yang mirip telah dibagikan di Facebook sejak tahun 2016 seperti di sini dan di sini.
Foto pria yang sama dengan klaim yang serupa dalam bahasa Inggris juga muncul di Facebook di sini dan di sini, di mana unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 10.000 kali; dalam bahasa Spanyol di sini dan di sini; dan dalam bahasa Tagalog di sini.
Akan tetapi, klaim itu salah. Foto-foto itu sebelumnya telah beredar dalam laporan media tentang hukuman gantung Majid Kavousifar, atau Majid Kavoosifar, seorang pria Iran yang dinyatakan bersalah membunuh seorang hakim di Iran.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti oleh pencarian kata kunci menemukan dua foto Associated Press yang dipublikasikan pada tanggal 2 Agustus 2007.
Foto pertama dan kedua memiliki keterangan yang sama. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan di kedua foto tersebut berbunyi: “Majid Kavoosifar, yang dinyatakan bersalah membunuh Hakim Hasan Moqaddas, melambai kepada kerumunan sebelum digantung di depan umum di tahun kedua peringatan pembunuhan tersebut di Tehran, Iran, Kamis, 2 Agustus 2007. Moqaddas ditembak mati di mobilnya setelah meninggalkan kantornya di Tehran.”
Berikut tangkapan layar foto pertama AP:

Berikut tangkapan layar foto kedua AP:

AFP menerbitkan laporan tentang eksekusi itu di sini, dan juga foto Kavousifar di sini pada tanggal 2 Agustus 2007.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, tiga paragraf pertama laporan AFP tersebut berbunyi:
“Dua pria yang telah dinyatakan bersalah membunuh seorang hakim Iran pada tahun 2005 digantung di depan umum di Tehran tengah pada hari Kamis, yang merupakan eksekusi publik pertama di ibukota Iran dalam waktu lima tahun.
“Mereka dieksekusi karena membunuh Hassan Moghaddas, seorang wakil jaksa garis keras dan kepala pengadilan ‘pembinaan’ di Tehran, yang ditembak mati oleh dua orang pria saat hendak masuk ke mobilnya pada bulan Agustus 2005.
“Majid Kavousifar dan Hossein Kavousifar, yang berasal dari keluarga yang sama, berdiri di atas kursi dengan tali di leher mereka yang disambungkan ke mesin derek yang dipasang di sebuah truk.”
Berikut tangkapan layar foto Majid Kavousifar oleh AFP:

Bendelladj, peretas asal Aljazair itu, diburu oleh FBI karena meretas bank-bank Amerika dan mencuri jutaan dolar untuk mendanai gaya hidupnya yang mewah, dan akhirnya ditangkap oleh polisi Thailand di Bangkok, menurut laporan AFP bertanggal 7 Januari 2013 ini.
Berikut foto Bendelladj oleh AFP setelah ia ditangkap oleh polisi Thailand.
Berikut tangkapan layar foto Bendelladj oleh AFP:

Menurut pernyataan Departemen Kehakiman AS di sini, Bendelladj ditangkap di Thailand pada tanggal 5 Januari 2013 dan diekstradisi ke AS pada tanggal 2 Mei 2013; dia kemudian dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada bulan April 2016 karena perannya “dalam mengembangkan dan mendistribusikan malware yang produktif bernama SpyEye, yang menyebabkan kerugian ratusan juta dolar bagi dunia keuangan di seluruh dunia”.
Berikut perbandingan tangkapan layar photo Kavousifar (kiri) dan Bendelladj (kanan) oleh AFP:

EDIT: Laporan ini telah diedit pada tanggal 29 Oktober 2019 untuk menghapus referensi tentang postingan dalam bahasa Malaysia.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami