Video ini menunjukkan anak-anak yang berdoa di acara keagamaan di Kirgistan

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali dan dimaksudkan untuk menunjukkan anak-anak Uighur yang sedang berdoa di Xinjiang. Klaim itu salah: video tersebut digunakan di konteks yang menyesatkan karena sebenarnya menunjukkan anak-anak yang berdoa di atas panggung di sebuah acara keagamaan di Kirgistan. 

Video berdurasi dua menit, 7 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 17 Desember 2019 dan telah ditonton lebih dari 41.000 kali serta dibagikan lebih dari 1.400 kali.

Status unggahan tersebut berbunyi: “Do’a dari anak tak berdosa Turkistan Timur (Muslim Uighur).” 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu: 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Video yang sama dengan klaim yang mirip juga muncul di Facebook di sini dan di sini, di mana klip tersebut telah ditonton lebih dari 3.100 kali. 

Turkistan Timur” adalah nama yang sering digunakan oleh aktivis Uighur untuk merujuk kepada Daerah Otonomi Uighur Xinjiang di Tiongkok. 

Diperkirakan lebih dari satu juta warga Uighur ditahan di kamp-kamp yang terletak di Xinjiang, wilayah barat laut Tiongkok, seperti yang dilaporkan oleh AFP di sini pada tanggal 20 Desember 2019. Muslim Uighur diduga menjadi korban penindasan hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Klaim di berbagai unggahan Facebook itu salah: video tersebut telah dibagikan di konteks yang menyesatkan karena sebenarnya menunjukkan anak-anak yang sedang berdoa di acara keagamaan di Kirgistan. 

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video berdurasi dua menit, 21 detik ini diunggah oleh Osh Pirim TV, stasiun TV yang berbasis di Kirgistan, di akun YouTubenya pada tanggal 24 April 2017. 

Diterjemahkan dari bahasa Kirgiz ke bahasa Indonesia, judul video yang asli adalah: “Gadis kecil yang membuat semua orang menangis // Harapan yang tulus dari seorang gadis kecil”. 

Jurnalis AFP yang mengerti bahasa Kirgiz menerjemahkan kata-kata yang terdengar di video tersebut dan mengatakan anak perempuan itu sedang berdoa di acara keagamaan di Kirgistan. 

Diterjemahkan, sebagian doa anak perempuan tersebut berbunyi: “Oh Allah, Engkau maha baik, pemurah, penyayang dan maha adil. 

“Engkau pemberi hidup.

“Aku memohon kepadaMu agar tidak ada lagi anak-anak yatim piatu, orang tua tidak bertengkar atau bercerai dan agar mereka mendapatkan rezeki. 

“Sehingga panti jompo dan panti asuhan kosong. 

“Sehingga Kirgistan menjadi negara yang makmur dan damai serta stabil dan kami bangga karenanya.” 

Berdasarkan deskripsi di akun YouTube, Osh Pirim TV berbasis di kota Osh di Kirgistan. Logo stasiun TV itu bisa dilihat di sisi kanan atas video. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan)

Di sisi kiri atas video menyesatkan terlihat logo “OneQuran”. OneQuran adalah media sosial Islam yang didirikan oleh ustaz Yusuf Mansur.

Akun Facebook OneQuran mengunggah video berdurasi dua menit, tujuh detik ini pada tanggal 6 September 2018 lengkap dengan sulih teksnya. 

Sebagian keterangan video itu berbunyi: “Ini kisah anak TK dari Kirgistan, yang berdoa. Dan tiba-tiba menangis berurai air mata.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video yang diunggah oleh OneQuran (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video yang diunggah oleh OneQuran (kanan)

Sejumlah penonton pria di video tersebut terlihat mengenakan ak-kalpak, topi tradisional Kirgistan.

AFP menerbitkan foto ini yang menunjukkan pria Kirgistan memakai ak-kalpak pada tanggal 5 Maret 2018. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Orang-orang Kirgistan mengenakan topi tradisional ‘Ak-Kalpak’ saat menghadiri peringatan ‘Hari Bendera Nasional’ dan ‘Hari topi Kirgistan’ di Ala-Too Square di Bishkek pada tanggal 5 Maret 2018.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar ak-kalpak yang dikenakan oleh para pria di video asli (kiri) dan foto AFP (kanan):

Perbandingan tangkapan layar ak-kalpak yang dikenakan oleh para pria di video asli (kiri) dan foto AFP (kanan)