Video ini menunjukkan detik-detik azan berkumandang dari masjid di Berlin saat pandemi COVID-19

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 22/06/2020 pukul 10:50
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah rekaman video telah ditonton ratusan ribu kali di berbagai postingan Facebook, Twitter dan YouTube dengan klaim yang menyatakan azan terdengar setelah awan hitam muncul di Berlin. Postingan itu juga mengklaim lantunan azan terdengar walau “tak ada masjid” di sekitarnya. Klaim itu salah: azan tersebut dikumandangkan dari sebuah masjid di Berlin bersamaan dengan lonceng yang dibunyikan gereja yang berdekatan pada bulan April 2020 sebagai tanda solidaritas selama pandemi virus corona baru.

Rekaman video berdurasi dua menit 58 detik ini memperlihatkan orang-orang merekam suara azan dengan telepon genggam mereka. Video itu diunggah di Facebook pada tanggal 12 Juni 2020, dan telah ditonton lebih dari 187.000 kali dan dibagikan lebih dari 5.000 kali sebelum dihapus.

Status unggahan itu berbunyi: “Di jerman berlin ada kejadian aneh, tiba2 ada awan hitam, dan muncul suara adzan menggena, pdhal gak ada mesjid, tanda2 apa ini….” 

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Video itu telah ditonton lebih dari 250.000 kali setelah dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini dan di sini; dan di YouTube di sini

Video yang sama dengan klaim serupa dalam bahasa Malaysia telah ditonton lebih dari 6.300 kali setelah diunggah di Facebook di sini, di sini dan di sini.

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video yang sama diunggah di sini di Facebook pada tanggal 3 April 2020.

Diterjemahkan dari bahasa Turki ke bahasa Indonesia, keterangan video itu berbunyi: “03.04.2020 Suara Azan bergema di luar melalui pengeras suara di Neukölln di Berlin di waktu salat Jumat.”

Berikut perbandingan adegan-adegan di video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Facebook (kanan):

Image
Perbandingan adegan-adegan di video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di Facebook (kanan)

Area yang ditampilkan di video di unggahan menyesatkan sesuai dengan lokasi yang terlihat dalam video yang dibagikan oleh masjid dan Google Street View dari Masjid Dar Assalam di sini.

Ruptly, kantor berita video Rusia yang berbasis di Berlin, juga mengunggah rekaman video yang mirip dengan video di unggahan menyesatkan di saluran YouTube-nya di sini pada tanggal 5 April 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, video itu berjudul: “Jerman: Azan berakhir lebih awal setelah adanya pelanggaran jaga jarak fisik.” 

Paragraf pertama dari keterangan video itu berbunyi: “Diperkirakan 300 orang berkumpul di luar Masjid Dar Assalam di Berlin pada hari Jumat di mana mereka mendengarkan azan yang dikumandangkan bersamaan dengan bunyi lonceng di sebuah gereja terdekat, sebagai tanda solidaritas selama krisis COVID-19.”

Masjid itu juga mengunggah video acara tersebut di laman Facebook-nya pada tanggal 4 April 2020, di sini. Diterjemahkan dari bahasa Jerman, keterangan video itu berbunyi: “Cuplikan video dari DW tentang inisiatif tersebut ‘Saya mendengar panggilanMu - azan sebagai tanda solidaritas selama krisis korona.’”

Deustche Welle (DW) adalah stasiun penyiaran publik internasional di Jerman.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami