Gambar-gambar ini adalah karya seni para penggemar dan adegan dari The Simpsons yang ditampilkan dalam konteks yang menyesatkan

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Enam gambar telah dibagikan ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook, Twitter dan Instagram dengan klaim yang menyatakan serial kartun The Simpsons meramalkan aksi protes terkait kematian George Floyd. Klaim itu salah: gambar-gambar itu merupakan campuran hasil karya seni penggemar yang diproduksi bertahun-tahun sebelum aksi protes dan tangkapan layar dari serial animasi yang dibagikan dalam konteks yang menyesatkan. 

Salah satu unggahan itu membagikan lima gambar di Facebook di sini pada tanggal 3 Juni 2020. 

Gambar-gambar tersebut memperlihatkan berbagai adegan dari serial animasi The Simpsons yaitu: kantor polisi yang terbakar, seorang polisi memiting leher pria kulit hitam, massa orang-orang membawa obor, seorang petugas polisi yang sedang diwawancarai di TV, dan Gedung Putih di Washington, DC. 

Status unggahan itu berbunyi: “Ramalan The Simpsons selalu terjadi.”  

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 29 Juni 2020

Gambar-gambar tersebut – beserta gambar tambahan yang menunjukkan Presiden Donald Trump berbaring di peti jenazah – telah dibagikan lebih dari 2.100 kali di unggahan lainnya di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 29 Juni 2020

Gambar-gambar yang sama juga dibagikan dalam bahasa Malaysia di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Instagram di sini

Kematian seorang pria Afrika-Amerika berusia 46 tahun, George Floyd, saat ditahan oleh polisi pada tanggal 25 Mei 2020 telah memicu protes besar di seluruh AS. Hasil autopsi pada tanggal 1 Juni 2020 menemukan dia meninggal karena lehernya ditekan dengan lutut seorang anggota polisi, seperti dilansir AFP di sini.

Klaim tentang The Simpsons itu salah.

Gambar pertama dan kedua

Gambar pertama menunjukkan seorang polisi memiting leher pria kulit hitam. Gambar kedua menampilkan polisi yang sama berbicara dengan pembawa berita, dengan tangkapan layar gambar pertama ditampilkan di latar belakang.

Nama “ALEXSANDRO PALOMBO” terlihat di sudut kanan bawah kedua gambar tersebut.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa kedua gambar itu diterbitkan pada tanggal 15 Desember 2014 di sini, di artikel hasil wawancara dengan artis dan aktivis Italia AleXsandro Palombo yang diterbitkan oleh MailOnline, situs web tabloid Inggris, The Daily Mail.

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, dua paragraf pertama laporan itu berbunyi: “Penembakan rasial di Amerika telah menyebabkan keresahan selama berbulan-bulan di seluruh negeri - dan sekarang seorang artis membayangkan The Simpsons bergabung dengan aksi protes untuk mengenang para korban.

“Dalam seri berjudul ‘Saya Tidak Bisa Bernafas’ (‘I Can't Breathe’), artis Italia AleXsandro Palombo telah mengubah keluarga kartun berwarna kuning itu menjadi berkulit hitam untuk mengenang Eric Garner, Tamir Rice, Trayvon Martin, Michael Brown dan semua korban lainnya.”

Palombo juga menunggah gambar-gambar di akun media sosialnya pada tahun 2014 di sini, pada tahun 2015 di sini dan di sini, serta pada tahun 2020 di sini.

Berikut perbandingan antara gambar pertama dan kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan gambar yang dibagikan oleh Palombo (kanan):

Perbandingan antara gambar pertama dan kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan gambar yang dibagikan oleh Palombo (kanan)

Gambar ketiga

Gambar ketiga menampilkan kantor polisi Springfield yang terbakar.

Springfield adalah kota tempat para tokoh fiksi dalam serial The Simpsons tinggal.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan gambar tersebut berasal dari episode 6 musim 11 serial The Simpsons pada tahun 1999 yang berjudul “Hello Gutter, Hello Fadder”. Di episode itu tidak ada referensi mengenai aksi protes maupun gerakan Black Lives Matter.

Di video berdurasi 30 detik yang diunggah di YouTube di sini, adegan yang sama dengan foto ketiga di unggahan menyesatkan dapat dilihat di detik ke-14. Dalam adegan itu, Homer Simpson memutuskan untuk memotong jalur lalu lintas dengan mengemudi di area berumput sebelum ia diminta menepi oleh kepala polisi Springfield Clancy Wiggum. Ketika Wiggum bertanya, “Baiklah pria pintar, di mana apinya?”, Homer menjawab: “Di sana” dan menunjuk ke kantor polisi Springfield yang dilalap api. Wiggum kemudian menilang Homer. 

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari episode The Simpsons “Hello Gutter, Hello Fadder” (kanan):

Perbandingan tangkapan layar gambar ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari episode The Simpsons “Hello Gutter, Hello Fadder” (kanan)

Gambar keempat

Gambar keempat menunjukkan sekelompok orang berkumpul dengan membawa obor. 

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan gambar tersebut berasal dari The Simpsons Movie, yang dirilis pada tahun 2007. Dalam adegan itu, penduduk Springfield mengejar Homer karena ia menyebabkan Danau Springfield tercemar polusi yang selanjutnya membuat kota itu ditutupi dengan kubah kaca oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), seperti yang dilaporkan di artikel ini oleh Entertainment Weekly.

Adegan yang sama bisa dilihat di klip YouTube ini di detik ke-58.

 

Berikut perbandingan tangkapan layar gambar keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari The Simpsons Movie (kanan):

Tangkapan layar gambar keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari The Simpsons Movie (kanan)

Gambar kelima

Gambar kelima menampilkan Gedung Putih yang diselimuti kegelapan.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto itu berasal dari animasi pendek resmi dalam rangka memperingati 100 hari pertama Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada tanggal 29 April 2017.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara gambar kelima di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari animasi pendek The Simpsons (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara gambar kelima di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar dari animasi pendek The Simpsons (kanan)

Video itu tidak menyebutkan demonstrasi terkait George Floyd.

Gambar keenam

Gambar keenam menunjukkan Donald Trump berbaring di peti jenazah.

Pencarian gambar terbalik di TinEye menemukan gambar itu sebelumnya beredar di video ini yang diunggah oleh saluran YouTube yang berbasis di Meksiko, Badabun, pada tanggal 3 Februari 2017, yang mengkreditkan asal-usulnya ke situs web anonim 4chan.

Gambar itu juga muncul di dalam artikel Snopes ini, tertanggal 7 Februari 2017, yang membantah klaim bahwa The Simpsons meramalkan kematian Trump.

AFP juga menerbitkan artikel periksa fakta ini tentang gambar The Simpsons yang lain yang digunakan untuk membuat klaim serupa, bahwa seri animasi tersebut meramalkan kematian George Floyd. 

George Floyd