Video ini memperlihatkan seorang pria yang diborgol pada tahun 2019 dan dia bukan agen FBI, kata polisi

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah ditonton ratusan ribu kali di berbagai unggahan Facebook, YouTube dan Twitter pada awal Juni 2020 dengan klaim video itu menunjukkan penangkapan seorang agen FBI berkulit hitam yang sedang menyamar. Unggahan tersebut muncul setelah protes skala nasional terhadap kebrutalan polisi dan rasisme sistemik pecah di AS. Klaim itu salah: polisi AS mengatakan pria dalam video tersebut bukan agen FBI dan insiden itu sendiri terjadi di bulan Juni 2019. 

Rekaman video ini telah ditonton lebih dari 488.000 kali dan dibagikan lebih dari 1.500 kali setelah diunggah di Facebook pada tanggal 2 Juni 2020. 

Video berdurasi lima menit dan 21 detik itu memperlihatkan perselisihan antara seorang pria kulit hitam dengan beberapa polisi. 

Status unggahan itu berbunyi: “BEGINI POLISI SONGONG MAIN TANGKAP

“Seorang berkulit hitam dicurigai sepasang polisi yang kemudian main asal tangkap dan borgol. Si kulit hitam lalu minta mereka cek dompetnya untuk mengetahui siapa dia sebenarnya.

“Ternyata si kulit hitam ini adalah agen FBI yang sedang menyamar, dan segera borgolnya dilepas.

“Beginilah polisi rasialis yang menilai orang dari penampilan dan salah pula.

“Aduh.... malunya....” 

George Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang meninggal saat polisi mencoba menahannya di Minneapolis pada tanggal 25 Mei 2020. Polisi mendakwa petugas kepolisian bernama Derek Chauvin, 44, dengan tuduhan pembunuhan tingkat dua setelah rekaman video menunjukkan dia menekan leher Floyd dengan lututnya selama hampir sembilan menit sesaat sebelum Floyd meninggal. Kematian Floyd telah memicu protes berskala besar terhadap kebrutalan polisi dan rasisme sistemik di AS, AFP melaporkan di sini

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Video itu juga diunggah dengan klaim serupa di Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini

Video yang sama dengan klaim dalam bahasa Inggris juga dibagikan di Facebook di sini, di sini, dan di sini, serta di Twitter di sini; dalam bahasa Malaysia di sini; bahasa Belanda di sini; bahasa Prancis di sini; bahasa Portugis di sini; bahasa Spanyol di sini; dan dalam bahasa Turki di sini

Klaim itu salah: polisi AS mengatakan pria tersebut tidak ada hubungannya dengan FBI dan menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi pada bulan Juni 2019. 

Pencarian kata kunci di Google menemukan salah satu versi paling awal video di unggahan menyesatkan pernah diunggah di Facebook di sini dan di Instagram di sini pada tanggal 30 Mei 2020. 

Pemilik kedua akun tersebut menulis dalam bahasa Inggris: “Saya ada firasat untuk menyimpan video ini lebih dari setahun sampai sekarang, ok.” 

Unggahan-unggahan tersebut mengklaim video itu direkam di Rochester, kota di negara bagian Minnesota. 

Pencarian kata kunci menemukan pernyataan yang diunggah di situs web kota Rochester di sini pada tanggal 1 Juni 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, pernyataan itu berbunyi: “Sebuah video dibagikan melalui media sosial pada tanggal 30 Mei 2020 dari kejadian yang terjadi pada pukul 1 pagi pada tanggal 1 Juni 2019, setahun lalu hari ini. Para petugas dari Departemen Kepolisian Rochester (RPD) itu ditugaskan untuk bekerja di area bar dan hiburan di pusat kota.”

Selain itu, menurut pernyataan tersebut: “Berlawanan dengan rumor di media sosial, individu [yang ditangkap di video] bukan agen Biro Investigasi Federal (FBI).”

Pria dalam video

Seorang pengguna Twitter yang mengatakan dirinya kenal dengan pria kulit hitam dalam video tersebut muncul di platform tersebut untuk membelanya. Seorang pengguna Twitter yang lain mengidentifikasi pria itu sebagai paramedis bernama Atter.

AFP menemukan pengguna Facebook bernama Atter Monydel, yang membagikan video yang diunggah di Facebook pada tanggal 30 Mei 2020, dengan keterangan video berbahasa Inggris yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Saya ingat ini. Ini memang salah.”

Profil Facebook Monydel menunjukkan ia adalah seorang paramedis di Rochester, Minnesota, dan berasal dari Yuba, Sudan Selatan. Foto profil Facebook-nya juga sesuai dengan pria yang sedang diinterogasi di video di unggahan menyesatkan. 

Monydel tidak menanggapi permintaan komentar dari AFP.

Monydel kemudian mengunggah pernyataan klarifikasi di Facebooknya pada tanggal 5 Juni 2020 di sini. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sebagian klarifikasi tersebut berbunyi: “Saya Atter Mogndal, orang yang ditangkap oleh polisi dalam video yang menjadi viral ... Bahkan ada versi yang menyatakan saya sebagai agen FBI. Saya bukan seorang agen FBI dan juga tidak bekerja untuk agen kepolisian mana pun.”