
Video ini menunjukkan gereja di Amerika Serikat saat pelayanan Paskah secara daring di bulan April 2020
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 03/06/2020 pukul 09:40
- Diperbarui pada hari 02/09/2020 pukul 16:42
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu telah ditonton lebih dari 10.000 kali dan dibagikan hampir 194 kali sejak diunggah di Facebook pada tanggal 27 Mei 2020.
Klip video berdurasi 3 menit dan 17 detik itu memperlihatkan sebuah gereja yang kosong di mana foto-foto diletakkan dibangku didalamnya.

Status Facebook tersebut tertulis: “Video di bawah ini adalah kisah yang terjadi di Italia.
Ketika gereja dibuka kembali, ternyata hampir semua jemaatnya telah Meninggal karena COVID…”
Italia mencatat lebih dari 33.000 angka kematian dan lebih dari 233.000 kasus positif COVID-19 hingga tanggal 2 Juni 2020, menurut angka Badan Kesehatan Dunia (WHO) ini.
Gereja-gereja di Italia dibuka kembali pada tanggal 18 Mei 2020, setelah ditutup selama dua bulan karena pandemi.
Video di unggahan menyesatkan itu juga dibagikan dengan klaim yang mirip di Facebook di sini dan di sini, serta di YouTube di sini, di sini dan di sini.
Klaim tersebut salah: video itu menunjukkan gereja di negara bagian Mississippi di Amerika Serikat yang memajang foto jemaatnya di dalam gereja sebelum memulai pelayanan Paskah secara daring di bulan April 2020, karena pandemi virus corona baru.
Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan video mengungkap bahwa video itu pertama kali diunggah di sini pada tanggal 12 April 2020 di laman Facebook Salem Baptist Church (Gereja Baptis Salem) di kota Lake, di negara bagian Mississippi, Amerika Serikat.
Video asli di unggahan akun gereja itu diberi keterangan dalam bahasa Inggris yang artinya: “Kepada keluarga besar Gereja Salem: kami ingin bagikan dengan anda video Saudara Larry yang terkejut dengan semua foto anda untuk pelayanan Paskah. Itu adalah momen istimewa dan mengharukan. Bisa anda saksikan melalui video ini seberapa besar dia mencintai anda.
“Video ini secara eksklusif dikelola oleh T&T Creative Media. Untuk lisensi / izin penggunaan mohon hubungi licensing@tt-creative.com”.
T&T Creative Media juga mengunggah video itu di saluran YouTube resminya di sini pada tanggal 26 April 2020, dengan keterangan lebih lengkap tentang konteks video itu.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sebagian keterangan video tersebut berbunyi: “Seorang pendeta tercinta meneteskan air mata saat jemaatnya yang tidak hadir memberinya kejutan dengan cara meninggalkan foto di bangku mereka masing-masing. Karena perkumpulan massa di Mississippi telah dibatalkan, Pendeta Larry Duncan menghadapi kemungkinan menyedihkan tidak ada yang hadir dalam acara pelayanan mingguannya di Gereja Baptis Salem, di Lake. Namun saat dia masuk ke dalam gereja, pada tanggal 11 April, Larry melihat pemandangan yang indah. Di hadapannya dia melihat 98 foto berbeda masing-masing memperlihatkan wajah jemaat yang biasanya hadir.”
Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli di laman Facebook gereja itu (kanan):

Gereja tersebut juga mengunggah video yang sama di saluran YouTube resminya di sini tanggal 13 April 2020.
Gereja itu juga mengunggah sebuah foto dari acara yang sama pada tanggal 12 April 2020 di sini.
Pemasangan foto-foto jemaat di gereja itu juga diliput oleh media online Kristen Faithwire.com pada tanggal 14 April 2020 di sini.
Pelayanan dan khotbah Paskah daring yang diselenggarakan gereja itu pada tanggal 12 April 2020 diunggah di sini.
Gereja-gereja di Mississippi mengubah ibadat mereka di bulan Maret 2020 setelah kasus pertama virus corona baru dikonfirmasi di negara bagian itu, Clarion Ledger, surat kabar yang berbasis di Mississippi, melaporkan di sini. Beberapa gereja menyiarkan langsung video ibadat di website atau media sosial, namun beberapa gereja lainnya membatasi jumlah jemaat yang bisa hadir dalam acara ibadat.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami