Video ini telah beredar di laporan tentang prosesi pemakaman komandan militer di Iran di bulan Januari 2020

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video yang dimaksudkan untuk menunjukkan unjuk rasa di AS selama pandemi COVID-19 telah ditonton ratusan ribu kali di Facebook. Klaim itu salah: rekaman tersebut telah beredar di laporan media tentang ribuan orang di Iran yang menghadiri prosesi pemakaman pemimpin militer Qasem Soleimani di bulan Januari 2020.

Rekaman video berdurasi 43 detik itu muncul di Facebook di sini pada tanggal 6 Juni 2020 dan telah ditonton lebih dari 187.000 kali dan dibagikan 3.500 kali.

Video itu memperlihatkan pemandangan udara orang-orang berkumpul di jalanan. 

Status unggahan itu berbunyi: “ini demo di Amerika. saat ini di masa pandemik #COVIDー19

“Jika dalam 1 minggu mayat berglimpangan di amerika berarti benar virus corona itu ganas dan nyata. tapi apabila tdak terjadi apa2 brarti silahkan pikirkan sendri..??

“*hikmah demo usa dalam covid19*
#COVID_19
#ChinaVirusKonspirasi”. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan di Facebook, diambil pada tanggal 24 Juni 2020

Postingan itu diunggah saat aksi unjuk rasa anti rasisme merebak di Amerika Serikat menyusul kematian pria Afrika-Amerika, George Floyd, yang dibunuh oleh polisi pada tanggal 25 Mei 2020, seperti yang dilaporkan AFP di sini

Video yang sama telah ditonton hampir 39.000 kali di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini.

Akan tetapi, klaim itu salah.

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti oleh pencarian kata kunci menemukan video yang sama diunggah pada tanggal 5 Januari 2020 di sini di saluran YouTube situs berita berbahasa Inggris Al-Masdar News – dengan rotasi 90 derajat. 

Keterangan video itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Ribuan orang berduyun-duyun ke jalan-jalan di kota Ahvaz, Iran pada hari Minggu untuk memberikan penghormatan kepada komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam, Mayor Jenderal Qassem Soleimani.”

Ahvaz adalah kota di Iran bagian barat daya.

Video yang sama, dengan rotasi yang sama dengan video di unggahan yang menyesatkan, juga diunggah di Twitter di sini pada tanggal 5 Januari 2020.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kicauan itu berbunyi: “Video udara pemakaman Soleimani di Ahvaz, Jutaan pelayat membanjiri jalan-jalan untuk memberi penghormatan kepada komandan militer Iran Qassem Soleimani.”

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri), video menyesatkan yang diputar 90 derajat (tengah), dan video asli di YouTube asli (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri), video menyesatkan yang diputar 90 derajat (tengah), dan video asli di YouTube asli (kanan)

Seperti dilansir AFP di sini, pada tanggal 5 Januari 2020 – dua hari setelah Soleimani dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak AS – ribuan pelayat berkerumun di jalan-jalan kota Ahvaz untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenderal top Iran itu. 

Prosesi besar-besaran di kota Ahvaz pada tanggal 5 Januari 2020 juga dilaporkan oleh Al Jazeera dan Storyful

George Floyd VIRUS CORONA