Video ini menunjukkan kampanye pilpres di Buenos Aires pada tahun 2019

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton ratusan kali di berbagai unggahan Facebook dan Instagram dengan klaim video itu menunjukkan acara pemakaman bintang legenda sepakbola Diego Maradona, yang meninggal pada bulan November 2020, di Argentina. Klaim itu salah: rekaman itu menunjukkan kampanye pemilihan presiden di ibu kota Argentina pada tahun 2019. 

Video itu telah ditonton lebih dari 200 kali di unggahan tanggal 28 November 2020 ini. Keterangannya berbunyi, “Acara Pemakaman Diego Maradona di Argentina.”

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil tanggal 3 Desember 2020

Puluhan ribu orang di Buenos Aires memberikan penghormatan terakhir kepada bintang sepakbola Argentina Diego Maradona, yang wafat tanggal 25 November 2020, seperti dilaporkan AFP di sini.  

Video itu juga telah ditonton sebanyak lebih dari 750 kali setelah muncul dengan klaim serupa di unggahan ini dan ini di Facebook serta unggahan ini di Instagram. 

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

AFP menggunakan beberapa potongan klip dari alat pemeriksaan digital InVID-WeVerify untuk pencarian gambar terbalik di Google. Penelusuran itu menemukan video serupa ini , yang diunggah ke Twitter tanggal 20 Oktober 2019.

Terjemahan dari cuitan berbahasa Spanyol itu adalah: “Kerumunan politik terbesar sejak Alfonsin di tahun 1983. Dengan begini, masihkah media K akan memberitakan kebohongan-kebohongan di acara-acara Macri? JANGAN BILANG KALAU KITA KALAH. SEGALANYA MUNGKIN JIKA KITA MEMBERI PERHATIAN PADA SETIAP SUARA.”

“Alfonsin” merujuk pada almarhum Raul Alfonsin, presiden Argentina tahun 1980-an yang terpilih sebagai pemimpin sipil pertama negara itu setelah pemerintahan junta militer berkuasa selama delapan tahun.

“K” merujuk pada mantan presiden Nestor Kirchner (2003-2007) dan penerusnya dan istrinya, Cristina Fernandez de Kirchner (2007-2015).

“Macri” merujuk kepada Mauricio Macri, presiden Argentina dari bulan Desember 2015 sampai bulan Desember 2019.

Massa membludak saat capres petahana Macri mengadakan acara kampanye pilpres di monumen Obelisk di Buenos Aires pada tanggal 19 Oktober 2019, seperti dilaporkan di sini dan di sini.

Berikut perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Twitter (kanan):

Perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Twitter (kanan)

Spanduk kampanye Macri bertuliskan “Si Se Puede” (Ya Anda Bisa) dan sepasang layar besar juga dapat dilihat di detik ke-3 di video menyesatkan dan cocok dengan apa yang terlihat di foto AFP ini, yang menunjukkan kampanye Macri tanggal 19 Oktober 2019. Monumen Obelisk terlihat juga terlihat di video menyesatkan.

Di bawah ini adalah perbandingan video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan):

Perbandingan antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto AFP (kanan)

Macri kalah di pilpres Argentina pada akhir Oktober 2019.

Sebelumnya klaim bahwa rekaman itu menunjukkan unjuk rasa menentang presiden Argentina saat ini Alberto Fernandez, di bulan Juni 2020 telah dibantah oleh AFP di sini.