Video ini menunjukkan erupsi Gunung Sinabung

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Rekaman video erupsi sebuah gunung telah ditonton ribuan kali di berbagai unggahan di Facebook dan Twitter dengan klaim bahwa video itu menunjukkan erupsi Gunung Semeru pada tahun 2020. Klaim itu salah: rekaman video tersebut telah beredar secara daring setidaknya sejak tahun 2014 dan memperlihatkan erupsi Gunung Sinabung. 

Rekaman video berdurasi 30 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 1 Desember 2020 dan telah ditonton lebih dari 2.100 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: “Gunung Semeru erupsi, Minggu (29/11/2020). Semoga alam semesta damai.”

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 4 Desember 2020

Letusan Gunung Semeru di Jawa Timur pada tanggal 1 Desember 2020 menyebabkan ratusan penduduk harus mengungsi, seperti dilansir AFP di sini

Rekaman video yang sama telah ditonton lebih dari 15.000 kali setelah dibagikan di Facebook dengan klaim serupa di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di Twitter di sini dan di sini

Klaim itu salah.

Gabungan pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan video yang lebih panjang diunggah pada tanggal 21 Januari 2014 di sini di saluran YouTube Photovolcanica, yang mendeskripsikan akunnya berisi “Video gunung berapi dan fitur geotermal dari seluruh dunia”. 

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul video berdurasi 51 detik itu berbunyi: “Aliran piroklastik dan close-up lobus lava yang runtuh di malam hari, Gunung Sinabung, Indonesia”.

Paragraf pertama keterangan video itu berbunyi: “Animasi (Timelapse) menunjukkan aliran piroklastik di Gunung Sinabung, Sumatera. Selanjutnya, close-up lobus lava ditampilkan termasuk runtuhnya bagian depan lobus yang menyebabkan aliran piroklastik. Gerakan lobus sebelum runtuh hampir bisa dilihat.” 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Lebih dari 25.000 orang harus mengungsi karena Gunung Sinabung di Sumatra Utara meletus berulang kali di bulan Januari 2014, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 11 Januari 2014.

AFP juga menerbitkan foto aliran lahar saat letusan Gunung Sinabung pada bulan Januari 2014 di sini dan di sini.