Video ini tidak menyebutkan KPK memanggil Gibran terkait kasus bansos

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang telah ditonton jutaan kali di media sosial diklaim menunjukkan Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Presiden Joko Widodo, “dipanggil” Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi dana bantuan sosial. Klaim itu salah: video itu memang menunjukkan konferensi pers seorang wakil ketua KPK, namun dia tidak mengumumkan pemanggilan Gibran di kesempatan itu. 

Video itu diunggah ke YouTube tanggal 23 Desember 2020 dan telah ditonton lebih dari 600.000 kali.

Video sekitar 12 menit itu berjudul “KABAR HARI INI ~ GIBRAN TAK BERKUTIK DIPANGGIL KPK SOAL KORUPSI DANA BANSOS!!”

Tangkapan layar video menyesatkan, diambil tanggal 6 Januari 2021

Pada bulan Desember 2020,  Gibran Rakabuming Raka, anak tertua Presiden Joko Widodomemenangi pilkada walikota Surakarta -- kota di mana ayahnya memulai karir politiknya sebagai walikota tahun 2005.

Pada awal Desember 2020, KPK menahan Menteri Sosial Juliari Batubara, atas dugaan bahwa ia menerima suap 17 miliar rupiah terkait bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19, seperti diberitakan oleh AFP dan Kompas.

Video itu juga disebarkan di Facebook, contohnya di unggahan ini, ini dan ini, di mana video tersebut sudah ditonton lebih dari 1,8 juta kali. 

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Di video itu, ada dua bagian yang menunjukkan sebuah konferensi pers KPK dan sebuah wawancara Gibran di televisi. Di dua bagian itu, tidak disebut Gibran telah dipanggil KPK.

Pencarian gambar terbalik dengan potongan-potongan video menemukan bahwa bagian konferensi pers KPK itu diambil dari video ini, yang diunggah di kanal YouTube resmi KPK. 

Unggahan berjudul “[Konferensi Pers] Penahanan Tersangka Penyuap Bupati Cirebon (2014-2019)” itu menunjukkan siaran langsung sebuah konferensi pers tanggal 21 Desember 2020.

Di dalam konferensi pers itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron bicara soal kasus suap bupati Cirebon yang tertera di judul dan kasus-kasus lain seperti suap bansos.

Bagian konferensi pers KPK di video menyesatkan diambil dari menit 17:44-18:11 di video asli.

Di video asli, seorang jurnalis bertanya, “Intinya, kenapa, nih, gonjang-ganjingnya, bahwa bansos itu mengalir sampai ke Solo?”

Nurul menjawab, “Jadi, KPK, sekali lagi, menerima siapa pun [yang] akan memberikan info, input kepada penegakan hukum pemberantasan korupsi, khususnya di kala Covid ini, termasuk bantuan sosial di Kemensos. Termasuk kepada siapapun, termasuk yang dipertanyakan kepada … keberadaan Saudara Gibran Rakabuming.”

Wakil Ketua KPK itu tidak menyebut soal pemanggilan Gibran.

Pencarian daring lain menemukan bagian Gibran berbicara di video menyesatkan itu diambil dari video berdurasi sembilan menit ini, yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV pada tanggal 21 Desember 2020. 

Video wawancara Kompas dengan Gibran itu berjudul: “Gibran Bantah Terlibat Pengadaan Goodie Bag Bansos.”

Keterangan video itu berbunyi, “Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, membantah terlibat skandal bantuan sosial (bansos).”

Di video itu juga tidak ada penyebutan dirinya telah dipanggil KPK terkait kasus tersebut.