Video itu menunjukkan anggota organisasi Islam membakar bendera Bintang Kejora di Sulawesi Tengah

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video di unggahan Facebook telah ditonton ratusan ribuan kali dengan klaim yang menyatakan bahwa Front Pembela Islam telah datang di Papua dan membakar bendera Bintang Kejora di Wamena. Video itu diedarkan dengan konteks yang menyesatkan: sejatinya klip itu menunjukkan sejumlah anggota organisasi Islam membakar bendera Bintang Kejora di Poso, provinsi Sulawesi Tengah. 

Video berdurasi 16 detik tersebut diunggah di Facebook di sini pada tanggal 6 Oktober 2019 dan telah ditonton lebih dari 8.900 kali dan dibagikan hampir 125 kali. 

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Status unggahan tersebut berbunyi: “Sttttttt....

“Gak usah berisik. Nanti didengar para togok dan para BANSER kalau FPI sudah di Wamena dan membakar bendera bintang kejora. 

“Diam diam aja ya.” 

Togok mengacu pada Togog, karakter dalam kisah pewayangan. Nama Togog baru-baru ini digunakan sebagai referensi untuk mengejek Presiden Joko “Jokowi” Widodo oleh para pendukung lawan politiknya, Prabowo Subianto, seperti yang dijelaskan dalam artikel ini

Banser adalah organisasi paramiliter pemuda dari ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, yang mendukung Jokowi saat pemilihan presiden 2019. 

FPI adalah organisasi Islam yang mendukung Prabowo di Pilpres 2019. 

Wamena adalah sebuah kota di provinsi Papua yang mengalami salah satu bentrokan terburuk sejak kerusuhan mulai terjadi di wilayah Papua di bulan Agustus 2019. Laporan-laporan AFP tentang kerusuhan dapat dibaca di sini dan di sini.

Bendera Bintang Kejora adalah bendera gerakan kemerdekaan Papua Barat.

Video dengan klaim yang mirip juga diunggah di Facebook di sinidi sini dan di sini, di mana video itu telah ditonton 262.000 kali dan dibagikan 5.300 kali. Klip dengan klaim serupa juga diunggah  di YouTube di sini

Video itu diedarkan dengan konteks yang menyesatkan. Klip tersebut menunjukkan anggota FPI dan organisasi Islam lainnya membakar bendera Bintang Kejora di Poso, di provinsi Sulawesi Tengah. 

Pencarian kata kunci di Google menemukan dua video yang diunggah di YouTube pada tanggal 5 Oktober 2019. 

Video pertama, yang juga berdurasi 16 detik, menunjukkan adegan yang sama dengan video di unggahan menyesatkan. Judul video tersebut adalah: “Bendera OPM Dibakar FPI”. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan)

Video kedua merupakan versi panjang dari klip di unggahan menyesatkan tetapi diambil dari sudut pandang yang berbeda. Judul video tersebut adalah: “Aksi FPI bakar bendera bintang kejora”. 

Di detik ke 0:50, bisa didengar bahwa orator dalam video itu meneriakkan kata-kata yang sama dengan video di klip yang lebih pendek. 

Orator tersebut berkata: “Jika hari ini merah putih tidak dapat berkibar dengan gagah di Wamena, maka umat Islam akan membawa Al Liwa dan Ar Rayah…” 

“Al Liwa” merujuk pada bendera berwarna putih dengan tulisan kalimat syahadat berwarna hitam sedangkan “Ar Rayah” merujuk pada bendera berwarna hitam dengan tulisan kalimat syahadat warna putih, menurut artikel Republika ini

Pada menit ke 2:40 video YouTube yang berdurasi lebih panjang, orator dalam video tersebut berkata: “Maka hari ini kita di Poso harus menyatakan di Papua harus terjadi darurat militer karena di sana mereka telah membunuh umat Islam, mereka telah membunuh para pendatang.” 

Di menit ke 1:50-1:55, video menunjukkan bangunan yang terlihat seperti kantor Kejaksaan Negeri Poso di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar antara lokasi yang terlihat dalam video menyesatkan yang berdurasi lebih panjang (kiri) dan kantor kejaksaan yang terlihat Google Street View (kanan). AFP telah menandai bagian-bagian penting dengan lingkaran berwarna merah. 

Perbandingan tangkapan layar video menyesatkan yang berdurasi lebih panjang (kiri) dan kantor kejaksaan di Google Street View (kanan)

DPP FPI Sulawesi Tengah juga mengkonfirmasi kepada AFP pada tanggal 10 Oktober 2019 via telepon bahwa FPI dan beberapa ormas Islam lainnya melakukan aksi pembakaran bendera tersebut di Poso pada tanggal 4 Oktober 2019.