Ahli kesehatan membantah wudhu bisa membunuh virus corona dan merekomendasikan mencuci tangan dengan air dan sabun

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah pemberitaan di media dan unggahan media sosial mengklaim bahwa air wudhu dapat menghancurkan virus corona jenis baru. Klaim itu salah: ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.

Laporan berita gosulsel.com tanggal 27 Januari 2020 ini mengutip seorang dokter yang mengklaim air wudhu bisa menghancurkan virus corona.

Berikut tangkapan layar laporan berita menyesatkan itu:

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Judul laporan berita itu adalah: “Dokter Luthfi Parewangi Sebut Wudhu Dapat Hancurkan Coronavirus.” 

Wudhu, atau wudu, adalah proses menyucikan diri dalam Islam yang diwajibkan sebelum melakukan ibadah tertentu. Proses berwudhu dilakukan menggunakan air biasa; tahapan-tahapan dalam berwudhu bisa dibaca di sini.

Empat paragraf awal dalam laporan itu adalah: “Akhir-akhir ini muncul sebuah virus yang diketahui sebagai virus jenis baru. Kemunculan virus dengan nama Coronavirus (2019-nCoV) atau Virus Corona menyita perhatian dunia termasuk di Indonesia.

“Virus ini diketahui pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok sejak Desember 2019 lalu. Novel Coronavirus masih merupakan satu rumpun dengan virus penyebab SARS dan MERS.

“Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan virus tersebut.

“Menurutnya wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Ia menjelaskan bahwa Coronavirus akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.”

Klaim yang sama juga dimuat di laporan berita lain, misalnya di Koran Seruya dan Asianmuslim.com – semuanya merujuk pada pernyataan dokter yang sama.

Klaim yang sama dengan mengutip pernyataan dokter yang sama juga telah dibagikan di sini, di sini dan di sini di Facebook.

Cuitan Twitter ini, ini dan ini membagikan laporan berita yang berisi klaim yang sama tentang manfaat air wudhu.

Virus corona jenis baru, atau COVID-19, telah menginfeksi lebih dari 179.000 orang dan membunuh lebih dari 7.400 orang lainnya sejak pertama kali diidentifikasi di Tiongkok di akhir tahun 2019, menurut laporan WHO pada tanggal 17 Maret 2020 ini.

Klaim itu salah: ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.

Dr Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog di Rumah Sakit OMNI Pulomas di Jakarta, mengatakan kepada AFP pada tanggal 11 Maret 2020 bahwa klaim tersebut tidak benar. “Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa,” Dirga mengatakan kepada AFP lewat pesan WhatsApp.

Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 12 Maret 2020 bahwa “untuk membunuh virus, WHO merekomendasikan agar anda mencuci tangan dengan sabun dan air atau membersihkannya secara teratur dengan pembersih tangan berbahan alkohol.”

WHO juga merekomendasikan orang-orang “membersihkan permukaan perabotan dengan disinfektan – misalnya bangku dapur dan meja kerja.”

WHO telah menerbitkan pedoman tentang cara menghindari infeksi virus corona di sini, yang berisikan tips cara mencuci tangan yang benar.

“Mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol akan membunuh virus yang berada di tanganmu,” tulis WHO dalam pedoman itu.

Berikut tangkapan layar bagian pedoman WHO yang menyebut cuci tangan menggunakan sabun:

Tangkapan layar pedoman WHO

Kementerian Kesehatan RI juga mengunggah video di Twitter tentang cara mencegah penularan virus corona, termasuk “mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir”.

Kemenkes juga menganjurkan masjid dan mushalla untuk “menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan disinfektan”.