Foto ini tidak menunjukkan Genepil, ratu permaisuri Mongolia terakhir

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah potret seorang wanita berpakaian mewah telah dibagikan di berbagai unggahan media sosial yang mengklaim bahwa itu menunjukkan Ratu Genepil, permaisuri terakhir Mongolia. Namun, klaim itu salah: ahli sejarah dan arsiparis mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada bukti foto itu menunjukkan Genepil.

Sebuah foto hitam-putih seorang wanita yang mengenakan hiasan kepala dan pakaian mewah diunggah di Facebook di sini pada tanggal 27 Juni 2020.

Sebagian status unggahan itu berbunyi: “RATU GENEPIL (1905-1938).
Ratu terakhir Mongolia.

"Ratu Genepil adalah istri terakhir dari Mongol Khan yang terakhir, dia adalah seorang wanita yang diselimuti misteri namun seorang yang kisahnya telah bertahan lama."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 10 Maret 2022

Foto itu muncul dengan klaim sama di Facebook di sini dan di sini.

Foto yang sama juga dibagikan dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris, bahasa Mongolia dan bahasa Malaysia

Genepil, lahir pada tahun 1905, adalah istri kedua penguasa Mongolia Bogd Khan, yang mendeklarasikan kemerdekaan negara itu dari Tiongkok pada tahun 1911.

Genepil dilaporkan terbunuh pada tahun 1938 selama penindasan Stalinis di Mongolia yang berlangsung dari tahun 1937 hingga tahun 1938.

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Gabungan pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan foto itu diterbitkan dalam Majalah National Geographic Volume 39 pada tahun 1921.

Keterangan gambar itu berbunyi: "Seorang wanita Mongolia duduk untuk potretnya di depan seorang fotografer Tiongkok". Kredit foto berbunyi: "Foto dari Luther Anderson," seorang wartawan Amerika.

Berikut tangkapan layar foto asli di majalah National Geographic:

Tangkapan layar foto asli di majalah National Geographic

Rebecca Dupont, dari departemen arsip National Geographic, mengatakan kepada AFP pada tanggal 17 Februari 2022 bahwa cetakan asli foto tersebut menunjukkan keterangan yang sama, yaitu: "Foto dari Luther Anderson" dan "wanita Mongolia dalam kostum liburan. Foto oleh fotografer Tiongkok di Urga" — nama lama ibu kota Mongolia, Ulaanbaatar.

Keterangan tersebut tidak menyebutkan Ratu Genepil.

Berikut adalah perbandingan antara foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto asli di  majalah National Geographic (kanan):

Perbandingan tangkapan layar foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di majalah National Geographic (kanan)

Wei-chieh Tsai, lektor sejarah di Universitas Shenzhen, di Tiongkok, mengatakan gambar itu kemungkinan menunjukkan "seorang wanita bangsawan Mongolia" tapi "bukan Genepil".

Tidak mungkin Genepil mengenakan hiasan kepala dengan "tanduk," seperti yang terlihat dalam foto, kata Christopher Atwood, profesor sejarah Mongolia di Universitas Pennsylvania, di Amerika Serikat.

"[Karena] Bogd adalah seorang lama (pemimpin tinggi agama Buddha), dia bisa memiliki seorang permaisuri, tapi dia tidak bisa menikah secara resmi. Karena itu, sang ratu tidak bisa memakai 'tanduk' yang dikenakan oleh para perempuan yang sudah menikah di Mongolia sebelum revolusi," katanya kepada AFP.

Atwood, penulis buku Encyclopedia of Mongolia and the Mongol Empire, menjelaskan bahwa Genepil menjadi permaisuri hanya selama kurang dari setahun, sampai Bogd Khan meninggal pada bulan Mei 1924, setelah jatuh sakit pada musim dingin sebelumnya.

“Sepengetahuan saya, saya belum pernah melihat foto Genepil, permaisuri terakhir Bogd,” tambahnya.

Yingbai Fu, seorang mahasiswa S3 dalam sejarah seni dan arkeologi di SOAS University of London, mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Genepil adalah wanita di foto itu. 

"Saya belum menemukan gambar Genepil dari sumber yang kredibel," katanya.

AFP juga telah membantah foto wanita Mongolia lain yang dipakai untuk mengklaim wanita itu adalah Genepil, dan foto yang dikatakan menunjukkan saat terakhir Genepil sebelum dieksekusi.