Video ini menunjukkan unjuk rasa mahasiswa di Palembang di tahun 2019, bukan 2022

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali di Facebook dan Twitter dengan klaim video tersebut menunjukkan mahasiswa berunjuk rasa di kota Palembang pada bulan April 2022 menentang wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Namun, klaim itu salah. Video tersebut sebenarnya memperlihatkan mahasiswa yang berunjuk rasa di Palembang pada tahun 2019 menentang revisi UU KPK.

Rekaman video berdurasi 30 detik itu dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 8 April 2022 dan telah ditonton lebih dari 1.800 kali. 

Status unggahan itu berbunyi: "Jelang PEOPLE POWER 11/4/22 PALEMBANG RUSUH, hari ini, MAHASISWA DEMO DI GEDUNG DPRD Rakyat pukul mundur POLISI. Allahu Akbar". 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 11 April 2022

Rekaman video dengan klaim yang mirip telah ditonton lebih dari 89.000 kali juga muncul di sini, di sini, di sini dan di sini di Facebook; serta di sini dan di sini di Twitter. 

Pada tanggal 7 April 2022, ratusan mahasiswa di Palembang menggelar unjuk rasa untuk menentang rumor rencana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi mahasiswa di seluruh Indonesia dalam beberapa hari terakhir, seperti di Makassar dan Cirebon

Pada tanggal 10 April 2022, satu hari sebelum ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemilu akan diselenggarakan sesuai jadwal pada tanggal 14 Februari 2024, untuk meredam spekulasi bahwa dia akan memperpanjang jabatan presiden. 

Akan tetapi, video tersebut dibagikan dalam konteks yang salah. 

Pencarian gambar terbalik di Yandex diikuti dengan pencarian kata kunci di Google menemukan video lebih panjang diunggah di YouTube pada tanggal 24 September 2019. 

Keterangan video itu berbunyi: "DEMO didepan kantor DPRD sumsel palembang 24/09/2019 . aksi mahasiwa gabungan ini terbilang ngeri, lempar melempar serangan ke polisi."

Berikut perbandingan tangkapan layar antaran rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli di YouTube (kanan):

Tangkapan layar antaran rekaman video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli di YouTube (kanan)

Video itu juga diunggah oleh akun Instagram Brimob Polri di tanggal yang sama.

Keterangan videonya berbunyi: "Demo Mahasiswa di Palembang Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata."

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by (@brimobpolri_ind)

Video itu juga diunggah di saluran YouTube Tribunnews pada tanggal 24 September 2019 di sini

Menurut keterangan video Tribunnews, para pengunjuk rasa menuntut pemerintah mencabut revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), yang dikritik dapat melemahkan lembaga anti rasuah tersebut.