Video menunjukkan aksi demo di depan gedung DPR di tahun 2019, bukan di tahun 2022

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video telah dilihat ratusan ribu kali di Facebook dan TikTok dengan klaim video tersebut menunjukkan kerusuhan yang terjadi saat aksi demo di depan gedung DPR di Jakarta pada tanggal 11 April 2022. Klaim itu salah. Video itu memperlihatkan aksi protes di lokasi yang sama di bulan September 2019. 

"DEMO HARI INI 11 APRIL 2022 DIGEDUNG DPRD RICUH," bunyi status unggahan Facebook yang dibagikan di tanggal yang sama. 

Rekaman video yang berdurasi sekitar lima menit itu menunjukkan polisi menembakan meriam air ke arah demonstran. 

Video tersebut telah ditonton lebih dari 400.000 kali sebelum akhirnya dihapus. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 14 April 2022

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak perpanjangan masa jabatan presiden pada tanggal 11 April 2022.

Aksi tersebut dilakukan setelah isu tentang wacana perpanjangan masa presiden and amandemen UUD beredar luas. 

Pemilu berikutnya direncanakan akan berlangsung pada tahun 2024, dan menurut UUD 1945, Presiden Joko Widodo tak bisa lagi mencalonkan diri karena telah menjabat sebagai presiden selama dua periode. 

Beberapa minggu sebelum aksi protes, sejumlah menteri dan politisi mengusulkan penundaan pemilu dan amandemen konstitusi untuk memungkinkan presiden menjabat lebih dari dua periode. 

Rekaman video yang sama telah ditonton lebih dari 6.200 kali setelah dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini dan di sini; dan di TikTok di sini dan di sini

Akan tetapi, video itu dibagikan dalam konteks yang salah. 

Pencarian gambar terbalik di Yandex diikuti dengan pencarian kata kunci di YouTube menemukan video yang sama diunggah oleh CNN Indonesia di YouTube pada tanggal 24 September 2019. 

Judul video itu adalah: "Momen Mencekam Saat Water Cannon-Mobil RAISA Polisi di Gedung DPR Dirusak Massa". 

Pada tanggal yang sama, AFP turut melaporkan mengenai para pengunjuk rasa yang berkumpul di luar gedung DPR untuk menentang RUU KUHP yang antara lain akan mengkriminalisasi hubungan seks di luar nikah dan UU KPK yang dapat melemahkan lembaga anti rasuah itu.

Para pengunjuk rasa menutupi wajah mereka dan berpencar ke segala arah ketika polisi menembakkan gas air mata dan meriam air yang kemudian berakhir ricuh. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video CNN Indonesia (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video CNN Indonesia (kanan)